Yahdi Siradj: ITSAR Kaya, ITSAR Karya, ITSAR K'Arya

1

Posted by media itsar | Posted in

Visi ini adalah Visi ITSAR 2009 yang tidak resmi. Kenapa tidak resmi? karena memang saya yang mencetuskannya ketika rapat ITSAR di awal Januari 2009 dengan posisi saya waktu itu bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa hehehe... Saya hanyalah DM SMP2 yang bertugas melaporkan perkembangan pembinaan di SMP 2 pada syuro yang waktu itu dipimpin oleh JJ. Saya lupa bagaimana sejarahnya sampai itu visi terceletuk pada tengah-tengah rapat. Yang saya ingat, waktu itu rapat sudah mau selesai. Setelah semua bahasan rapat habis digodok dalam diskusi panjang dan sempat debat yang "pedes-pedes manis" -dimana waktu itu saya dan beberapa kader yang lain hanya diam memperhatikan teh asti dan JJ membahas permasalahan ITSAR begitu alot dan kami-kami yang masih bocah ini menonton dengan kebingungan akan memihak pihak mana. Dalam hati eh salah, dalam otak saya berfikir... eh salah lagi, sebenarnya saya gak berfikir, itu hanyalah naluri tiba-tiba saya yang saya anggap seolah-olah wahyu tuhan yang nemplok di kepala saya. entah kenapa kata-kata itu muncul dari lautan alambawah sadar saya. kebetulan ketika kata-kata itu muncul ke permukaan saya bawa "jaring". Akhirnya dengan "jaring" itu kata-katanya saya ambil dan terucap lewat lidah saya di penghujung rapat ITSAR itu...

Pasti bukan tiba-tiba saja ide visi ITSAR 2009 itu muncul di benak saya, kawan. Bahasan rapat pada pagi itulah yang menggiring saya menyeletukkan kata-kata itu. Well.... saya akan ceritakan kawan, mengapa Kaya, Karya dan K'Arya menjadi VISI ITSAR 2009 UnOFficially...


ITSAR KARYA

Dari sekian banyak kegiatan ITSAR, rapat menempati urutan nomor satu dalam kategori "kegiatan ITSAR yang paling sering dilakukan". Tidak jarang dalam sehari anak-anak ITSAR melewatkan waktu dari pagi sampai petang dalam lingkaran rapat-rapat. Kadang kalau paginya rapat besar ITSAR, maka siangnya rapat kerja pembinaan SMP. Kemudian kadang beberapa kader masih memiliki agenda rapat khusus seperti kepanitiaan rihlah dengan kader-kader smpnya. Rapat itu menyenangkan kawan. Di dalam rapat ketua itu tidaklah posisi prestisius. Bahkan kami para pembina sering meminta kader yang lebih muda untuk memimpin rapat. Bukan kami lagi males, tapi justru dengan menjadi pemimpin rapat, kader-kader ITSAR bisa melatih kekritisan dan mengolah cara berfikirnya dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Pengalaman saya memimpin rapat yang paling tidak bisa saya lupakan adalah ketika memimpin rapat ITSAR sewaktu saya masih SMP di haruman-original. Sewaktu itu saya masih anak ingusan yang baru lulus PKR dan peserta rapat adalah para petinggi, pembesar dan pengurus ITSAR yang sebagian besar sudah pada kuliah. Sewaktu itu JJ meminta saya memimpin rapat.Memimpin rapat kawan! bayangkan! Kegiatan Kaderisasi ITSAR yang rapatnya dihadiri oleh Kakak pembina ITSAR ternyata disetting JJ agar dipimpin oleh bocah ingusan seperti saya. Saya sempat mendengar celetukan dari salah seorang Kakak pembina : "J, yang mimpin adik SMP? (dengan nada meragukan)" kemudian JJ secara yakin berkata : "Dia bisa. Dia bisa." Kata-kata itu kawan, kata-kata itulah yang telah membangkitkan rasa percaya diri saya. Sejak saat itulah saya mencintai JJ kawan. Kalimat "Dia bisa. Dia bisa" itulah yang merubah cara pandang saya terhadap JJ dan ITSAR ini. JJ yang saya anggap sadis, kejam dan tidak berkeprianaksmpan ternyata menyimpan hasrat yang besar dalam mendidik kader-kadernya. Begitu pula ITSAR dan pola pembinaannya. ITSAR selalu memberikan kesempatan seluas-luasnya pada kadernya untuk berkarya dan beramal sesuai gaya jihadnya masing-masing. Kader seperti saya yang senang bercanda gila-gilaan ternyata diberikan kesempatan seluas-luasnya berjihad dengan mengekspresikan kegilaan saya dalam setiap kegiatan ITSAR. Tidak pernah saya mendengar seorang pembinapun dalam ITSAR yang mengatakan "Di, jangan dulu. Kamu gak bisa". Yang ada hanyalah. "Di, coba aja dulu.Namanya belajar". Itulah yang senantiasa menjadi kenangan manis saya di dalam ITSAR. ITSAR adalah kita. Maka setiap amal kita menentukan ITSAR itu seperti apa. ITSAR bukan JJ. ITSAR bukan YUSAL. ITSAR bukan ILMAN.

ITSAR K'Arya

JJ belum nikah waktu itu. (lho kok nyambung kesini?? - gak.. saya takut nyeritain balada ITSARnya kepanjangan dan kejauhan hehe... ) Sebagai mentor yang sangat saya cintai saya selalu berfikir, kapan kakak tercintaku ini nikah... huh... apa harus adiknya dulu yang nikah hehehe... Sudah beribu jurus kupakai untuk menyindir kepastian JJ nikah. Huff.. jawabannya selalu dingin dan ambigu. Pernah saya bertanya-tanya siapakah akhwat yang akan menjadi bidadari buat JJ? Saya yakin akhwat itu pastilah bidadari sholehah yang sudah disiapkan oleh Allah. Saya yakin Haqqul yaqqin... yakin seyakin-yakinnya -sekokoh gunung manglayang, seteguh benteng zukarnain- pasti bidadari sholehahlah yang akan menjadi istri JJ, bukan bidadara.

ITSAR KAYA

Kita sudahi dulu flashbacknya kawan, dan kembali ke ITSAR 2009. Saat itu ITSAR sedang banyak program dan kegiatan. Selain kegiatan besar rutin seperti Muslim-Camp, ada juga kegiatan lainnya yang ingin dibuat di tahun ini. Membuat majalah, membuat film, LKO ITSAR, pembuatan Jaket ITSAR, dan lainnya. Saat itu saya memegang pendanaan ITSAR. Jadilah saya termasuk yang merasa bertanggung jawab bagaimana caranya ada dana agar kegiatan-kegiatan ITSAR bisa terwujud. Sedih rasanya kawan kalau hidup ini tidak punya agenda kegiatan. Bertambah sedih pula kalau ITSAR tidak memiliki kegiatan bagi kader-kadernya. Walaupun background saya bukan orang bisnis - saya orang seni yang menyukai desain grafis - saya akhirnya memberanikan diri belajar danus. Ternyata saya bisa juga hehe.. walaupun dapatnya tidak banyak :) yang penting ITSAR bisa terus berkegiatan.

==

Rapat sudah menjelang senja - mau bubaran. Dari tadi diri saya gelisah. Ada sesuatu yang ingin saya utarakan tapi gak tahu apa. Wajah saya mengkerut-kerut sendiri dari tadi gak keruan. Saya ingin mengucapkan sesuatu. Oh, tuhan. Ada apa lagi ini? Dada saya panas, jemari saya mulai meremas-remas sendiri.. uggh!! ada apa sih?! Saya harus mengucapkan sesuatu! tapi apa?!! Bentar lagi doa kifaratul majelis...! tapi saya belum bisa berucap. Lidah saya kelu, sementara nurani saya memerintahkan saya berteriak! Saya harus berucap apa?!! pemimpin rapat sudah bertanya barangkali ada yang ingin diucapkan sebelum rapat ditutup. saya mau ngomong! tapi lidah saya gak bisa mengeluarkan kata apa-apa. Kata-kata tadi tertelan kembali setelah sempat nongkrong di tenggorokan. JJ pun berkata : "Tahun 2009 adalah tahun beramal kita.. kita harus berkarya dengan segala yang kta bisa... mari kita tutup rapat dengan semangat baru! Semangat untuk berkarya!!!"
Teh Asti kemudian berbicara.... "Di, kita harus beli infokus okey... Teh asti nanti bakal nyisihin uang tiap bulan buat jadi modal ITSAR beli infokus. Tapi jangan dihabisin semua. Sisain juga buat modal danus.. okey... ITSAR harus kaya!"

"kalau tidak ada yang disampaikan, marilah kita tutup rapat kita dengan doa kif--"
"J, berarti ITSAR punya VISI tahun ini" --aku memotong.
"Apa itu di?"
"Tahun 2009 adalah tahun ITSAR Kaya..."
"ALLAHUAKBAR!!" hadirin menyambutnya dengan takbir..
"Juga tahun ITSAR Karya...."
"ALLAHUAKBAR!!!" hadirin kembali bertakbir. Kali ini makin keras.

"dan juga tahun...K'Arya....!!"
"ALLAUAKBAAAAAAARRRR!!!!!!" Aku bisa membedakan kawan... rasanya inilah takbir terkeras dan tersemangat waktu itu.

~~Memoar ITSAR 2009-ITSAR KAYA, ITSAR KARYA, ITSAR K'Arya~~


Teruskan membaca...

Rini Inggriani: Kakak Terbaikku...!!!

0

Posted by media itsar | Posted in

11 tahun yang lalu, aku merupakan salah satu siswa baru di SMPN 2 Bandung. Saat itu aku memilih akan mengikuti ekskul apa. Ekskul yang kupilih saat itu adalah basket. Entah apa alasanku saat itu. Setelah kakak-kakak dari ekskul basket keluar dari kelasku, ada pendaftaran sebuah ekskul rohis yang saat itu disebut KRM Miftahul Huda. Karena temanku memilih ekskul KRM, akhirnya aku berfikir ulang untuk masuk ekskul basket. Kubatalkan pendaftaran ekskul basket, kemudian kupilih ekskul KRM sebagai ekskul satu-satunya yang kuikuti saat itu. Jujur, saat itu, alasanku memilih ekskul KRM adalah karena temanku memilih KRM. Hehe.. ikut-ikutan..

Semua informasi yang berkaitan dengan KRM kuperoleh dari temanku itu. Mulai dari kapan acara perdananya, kapan waktu-waktunya, dan lain-lain. Saat itu, kami masih sekolah di hari Sabtu. Seingatku, mentoring pertama kami diadakan pada hari Sabtu. Hari pertama mentoring, aku datang ke masjid telat. Aku lupa mengapa telat. Yang jelas, saat itu aku sudah melihat lingkaran cahaya itu di masjid. Sambil terengah-engah, segera kulepas sepatuku, lalu bergegas menuju lingkaran cahaya itu. Saat aku bingung dengan apa yang harus kulakukan, seseorang dengan senyumnya yang hingga saat ini masih kuingat menyapaku, mengucapkan salam, dan memperkenalkan namanya. Ratna. Yap! Itu namanya. Setelah itu, aku dikenalkan dengan anggota baru kelas 1 yang lain dan masuklah aku ke dalam lingkaran cahaya itu.

Waktu terus berjalan. Kegiatanku di KRM Miftahul Huda pun terus berlanjut. Walaupun saat itu aku bukan tergolong anggota yang sangat aktif, tetapi untuk mentoring, aku selalu berusaha untuk hadir. Acara-acara KRM yang menginap, aku hampir tidak mengikutinya. Kanan atau kajian kepemimpinan yang berisi kaderisasi untuk pemilihan pengurus baru pun tak kuikuti. Teman-temanku yang lain mengikutinya. Setelah Kanan, teman-temanku bercerita tentang apa yang mereka dapat ketika acara tersebut. Mereka mencari urutan ayat-ayat Al-Qur’an yang diletakkan acak, ada yang di bawah tangga atau di tempat lain. Seru! Itu yang terlintas saat itu. Aku sedikit menyesal tidak mengikutinya. Entah berapa kegiatan KRM yang kulewatkan saat itu. Hehe.

Ketika kami sudah memasuki kelas 3, kami tetap mentoring, walaupun sudah tidak diperbolehkan untuk ikut ekskul saat itu. Yang kutahu, Sabtu siang, aku dan teman-temanku selalu menuju masjid dan menunggu datangnya sosok itu. Sosok yang takkan kulupakan hingga saat ini. Salah satu sosok yang mengantarkanku untuk melihat Islam lebih dalam, setelah ibuku. Sosok yang istimewa dengan caranya sendiri. Aku masih ingat dulu, sosok yang memakai ransel berwarna coklat itu tak pernah mengeluh dengan tingkah kami yang mungkin sangat tidak bisa diatur. Sosok itu memberikan solusi dengan cerita-cerita kami tentang masalah yang tak habis-habisnya.

She is my sister. T’Ratna Indriasari. Ketika kakakku itu baru bekerja, aku ingat sekali, aku dan teman-temanku langsung memintanya untuk mentraktir kami. Hehe. Tetehku ini cukup tegas (apa galak ya? Hehe). Tapi ia sangat-sangat ramah. Setiap selesai mentoring, aku dan tetehku ini pulang bareng.

Banyak hal yang bisa kuingat dari kebersamaanku dengannya. Aku tahu, tak akan cukup aku menuliskannya disini. Tapi, aku telah menuliskannya dan menyimpannya baik-baik dalam memoriku. Bagiku, ia adalah kakak terbaik yang pernah Allah berikan padaku. Alhamdulillah ya Rabb.. Aku begitu menyayanginya.

Ia mengenalkanku pada dakwah. Ia mengenalkanku pada dakwah sekolah. Ia mengenalkanku pada tarbiyah. Ia mengenalkanku pada amanah. Ia mengenalkanku pada tadhiyah. Ia mengenalkanku pada jiddiyah. Dan ia mengenalkanku pada mujahadah.

Begitu banyak.. hingga saat ini aku masih berada dalam dakwah sekolah, ia pun masih selalu ada. Ia ada dengan saran-sarannya, ia ada dengan solusi-solusinya, ia ada dengan ketulusan hatinya, ia ada… Aku tahu, walaupun pertemuan kami tak seintensif seperti 11 tahun lalu… Walaupun lingkaran cahaya 11 tahun lalu itu telah menyebar ke arah yang berbeda-beda saat ini.. Aku tahu, ia akan ada.. Karena dakwah adalah kafilah panjang yang mempersatukan.. Karena niat dan azzam yang mengumpulkan.. Karena do’alah yang mempertautkan hati.. Insya Allah.

Teruntuk kakakku tercinta, Ratna Indriasari..
Kakak terbaikku..
Jazakillah khair untuk segalanya..
Untuk semua yang teteh berikan untukku..
Semoga Allah selalu memberkahi setiap langkahmu
Memberikan cinta-Nya untukmu..
Semoga Allah mempertemukan kita kembali dalam keridhoanNya, di Jannah-Nya kelak.. insyaAllah..
Uhibbukifillah..


~ditulis dengan cinta yang insya Allah karena Allah~
`Special untuk kakakku yang baru saja milad’
‘Barakallah’

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Teruskan membaca...

Rini Inggriani: Reminder! Road to Memoar Itsar 2009!

1

Posted by media itsar | Posted in

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh..


Hm.. Sebenernya, ini bukan note "Asli", tapi ini adalah salah satu sarana untuk mengingatkan para pejuang da'wah bil qalam @ Itsar, untuk amanah yang telah diberikan pada teman2 semua.. hehe.. bahasa ekstremnya sih : Penagihan!! (Waduh, bahasanya kacau begini).

Teruntuk akhi ukhti fillah sekalian, sekali lagi, tolong segera kirimkan karya terbaik teman2, bisa via email langsung ke saya, atau bisa tag saya di FB seperti yang telah dilakukan oleh Bosnya Media Itsar, alias Yahdi Siradj. Tapi, sepertinya lebih baik langsung ke email saja, biar jadi surprise buat yang lain. Biar ada daya tarik dan daya jualnya. Hehe.

Jangan biarkan karya terbakmu hanya menjadi konsumsi pribadi.
Biarkan ia menjadi inspirasi bagi setiap orang yang membacanya, jika Allah mengizinkan.
Biarkan ia menjadi salah satu amalan terbaik yang kita persembahkan untuk dakwah ini, dan terutama untuk Allah.
Semoga Allah memberikan kekuatan untuk memenuhi segala seruan yang hadir pada kita.



Nb: yang di-tag adalah semua penulis, baik yang sudah mengirimkan ataupun belum mengirimkan.

Jazakumullah khairan katsiran.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Teruskan membaca...

Kembali merenungi Loyalitas kita terhadap ITSAR

0

Posted by media itsar | Posted in


Sebelum menyampaikan point intinya, saya akan menjelaskan bagaimana posisi saya dalam menulis note ini.

Islam adalah dien kita yang menjanjikan keselamatan dengan syarat kita loyal terhadap ajaran-ajarannya. Di antara kewajibannya yang utama adalah berda'wah. Da'wah sendiri bermakna universal, namun dalam teknisnya, ia bisa berbentuk banyak sarana.

ITSAR adalah salah satu bagian dari da'wah Islam. Walaupun bentuk da'wahnya 'hanya' berupa pembinaan anak-anak remaja (yang notabene 'agak' tidak diminati oleh kalangan aktivis saat ini), namun bagi pemikiran saya sendiri, justru pembinaan anak-anak muslim adalah akar dari kebangkitan Islam. Akan sangat panjang jika merunut dari urgensi hingga visualisasi bagaimana peranan dan tanggung jawab ITSAR dalam gerakan da'wah khususnya di bandung.

Saya rasa antum semua memiliki kesamaan pandangan dengan saya dalam hal urgensi keberadaan ITSAR dalam memelihara 'mata air'.

Posisi saya dalam pesan ini bukan sebagai ITSAR, tetapi menempatkan ITSAR sebagai bentuk kewajiban atau amanah di satu sisi dan saya sebagai orang yang merasa 'ditunjuk' Allah untuk mengurusi amanah ini. Dan saya menyeru antum sekalian dalam posisi yang sama dengan antum, yaitu kita adalah orang yang sama-sama 'ditunjuk' Allah untuk menunaikan misi dawah di ITsar.

Saya menyeru antum semua untuk kembali merenungi loyalitas kita pada ITSAR. Saya bukan berarti menyeru pada loyalitas ash-shabiyah, namun loyalitas kepada Islam dalam makna hakikat dan loyalitas pada ITSAR sebagai makna amaliahnya.

Tidak ada satupun gerakan Islam di dunia, melainkan ada sekelompok 'avantgarde' yang berada di shaff terdepannya. Maka saya beranggapan, kitalah 'avantgarde' itu di barisan ITSAR. amanah Itsar yang paling utama ada di pundak kita semua, tanpa pandang jabatan atau posisi. Tidak ada istilah ketua lebih bertanggung jawab ketimbang anggota. Tidak ada istilah Ketua DMI lebih bertanggung jawab ketimbang ketua Itsar.

Semua bobot pertanggungjawaban kita adalah sama, akhi ukhti! Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk setengah-setengah dalam menunaikan loyalitas!

karena itu, renungilah. Apakah loyalitas kita sudah sesuai dengan karakteristik loyalitas 'avantgarde'?

Sudahkah kita menunaikan kewajiban di Itsar dengan sepenuh hati?

Sudahkah kita menginfakkan waktu kita (sebagian besarnya) untuk Itsar?

Sudahkah harta kita tanamkan dalam ladang Itsar?

Seberapa senangkah saat kita mendapatkan tugas dari Itsar?

Jika itu semua tidak terjawab, maka sesungguhnya kita belum menjadi avantgarde dalam Itsar ini. Semoga suatu saat Allah berkenan memperkuat hati kita dalam bejibaku mengurus Itsar ini, walaupun jumlah kita sangat sedikit.
Teruskan membaca...

Galih Chersy Pujasatria: Trivia Muslim: Nabi Adam a.s.

0

Posted by media itsar | Posted in


Saya tertarik karena teks-nya mengatakan bahwa ini (mungkin) adalah fosil dari Nabi Adam A.S, nabi dan manusia pertama yang ada di dunia ini, yang digali di Cina Selatan. Tapi apa benar yang ditemukan ini adalah fosil Nabi Adam?

Memang, menurut kepercayaan umat muslim, Nabi Adam memiliki tinggi tubuh yang sangat luar biasa. Dalam temuan ini, hal itu bisa dilihat dari perbandingan orang yang mengeruk fosil dengan tengkorak kepalanya saja.

Tetapi di Cina Selatan? Saya kurang yakin dengan hal itu. Selain itu, benarkah ini memang sebuah fosil asli? Karena Nabi Adam sebagai manusia pertama di muka bumi pasti hidup jutaan tahun yang lalu. Dilihat dari kondisi fosilnya, terlihat jelas bahwa fosil itu terlihat seperti ‘baru’ untuk ukuran fosil yang berusia jutaan tahun. Buktinya tulang rusuknya masih melekat dan belum tercerai berai. Bandingkan dengan fosil dinosaurus yang selama ini sering ditemukan telah dalam bentuk yang tercerai berai. Kemudian ada satu lagi yang meragukan. Alat yang digunakan penggali fosil untuk membersihkan fosil berupa sekop. Seandainya ini benar-benar fosil Nabi Adam, bukankah fosil ini termasuk berharga dan sayang jika sampai hancur?

Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah ini benar fosil Nabi Adam?


courtesy: http://p4ndu3121990.wordpress.com/2007/04/14/fosil-nabi-adam/


Teruskan membaca...

Parenting Islami: Diet Televisi

1

Posted by media itsar | Posted in


Diet Televisi
dr. Ariani
http://Parentingislami.wordpress.com

Akhir-akhir ini, saya sedang berkonsentrasi melakukan diet teve untuk kedua buah hati. Masalah ini timbul ketika kami terpaksa harus menumpang di orang tua dengan berbagai pertimbangan. Di rumah neneknya, televisi terbiasa menyala hampir 24 jam sehari. bahkan ketika tidak ada yang menonton. Wuih...! Repot, kan?

Sehingga menonton teve menjadi kebiasaan baru buah hati saya. Dan ternyata banyak yang mengalami masalah seperti yang saya alami. Coba simak data yang ysaya kutip dari majalah Ummi ini : Dari Penelitian UNDIP dalam menyiapkan baseline data untuk Pendidikan Media 2008 mendapati mayoritas anak-anak yang diteliti mengaku mnghabiskan waktu 3-5 jam pada hari sekolah dan 4-6 jam pada hari libur untuk menonton televisi. Bahkan beberapa dari mereka secara ekstrem mengaku menonton teve 16 jam pada hari libur!. Sebesar 72,9% anak-anak yang menjadi responden Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) 2009 menonton teve selama 4,3 jam per hari. Padahal Menurut Kepala Divisi Informasi Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia Bobi Guntarto menyarankan agar bayi usia 0-3 tahun tidak perlu diberi suguhan televisi. Untuk anak SD pun televisi hanya boleh ditonton sebanyak 2 jam sehari.

Jumlah jam menonton itu sendiri didukung jumlah tayangan anak yang kian beragam di banyak stasiu teve. Pada pekan ketiga Maret 2009 diperoleh data, total durasi program anak di semua teve swasta adalah 125 jam. Namun ternyata, 6 % anak-anak menonton komedi situasi dan 5,9% menonton sinetron remaja. Bahkan AGB Nielsen (2008) menemukan, bahwa top 10 program yang ditonton anak-anak 5 tahun ke atas adalah reality show seperti termehek-mehek dan Me vs Mom.


Kenapa ya, anak suka menonton TV?

Menurut Rubin, seorang peneliti media, sejumlah motivasi bagi anak dan remaja menonton teve :

1. Relaksasi. Bagi banyak anak, menonton membuat mereka rileks dan santa.
2. Menjadi teman. Menonton teve ibarat teman yang membuat anak tidak merasa kesepian.
3. Karena kebiasaan. Saking seringnya dilakukan, menonton teve bisa menjadi kebiasaan. Apalagi kalau tidak ada aturan menonton teve di rumah.
4. Menghabiskan waktu. Banyak anak yang akhirnya lari ke teve karena tidak punya kegiatan lain yang harus dilakukan. Banyaknya waktu luang membuat mereka menonton teve.
5. Untuk interaksi sosial. Menonton teve bisa menjadi kegiatan bersama dengan teman-temannya. selain itu menonton teve bisa menjadi bahan obrolan yang me ngasyikan dengan teman dan sahabat.
6. Mendapatkan informasi. Teve dianggap dapat memberikan info mengenai hal-hal baru dan kejadian di sekeliling mereka.
7. Seru, menarik dan semangat. Bagi banyak anak, menonton teve itu seru, menarik dan membangkitkan semangat. Pernah melihat anak-anak terpaku menyaksikan film animasi avatar atau naruto?. Bagi mereka tontonan seperti ini seru dan membuat semangat.
8. Melarikan diri (escape). Melepaskan diri dari kewajiban, keluarga atau hal yang tidak ingin dikerjakannya.
9. Hiburan. Televisi adalah hiburan yang murah meriah, mudah di dapat di mana saja.
Kenapa harus Diet?


Banyaknya tontonan kekerasan dan supranatural

Hendriyani dkk (2009) menemukan bahwa program anak-anak yang tersedia mulai pukul 04.30-20.00 WIB adalah program import yang berkategori animasi. Yang temanya sebagian besar kekerasan dan supranatural. Adegan kekerasan berpotensi menbuat anak meniru kekerasan serupa. Mungkin masih segar dalam ingatan kita kasus meninggalnya Reza Ikhsan Fadilah (9) tahun tewas setelah diplintir ketiga temannya yang meniru adegan Smackdown, beberapa waktu yang lalu.

Ada yang lebih leboh lagi. Pada tahun 1999 Amerika Digemparkan dengan peristiwa penyandraan sebuah sekolah menengah di Kota Littleton selama 5 jam. Penyanderaan dilakukan oleh 2 orang siswa sekolah tersebut. Tidak main-main, penyanderaan dilakukan dengan memakai senjata api. Tragedi berdarah ini menelan korban tewas 12 orang dan seorang guru serta mencederai 23 orang. Penyaderaan berakhir dengan bunuh diri 2 orang penyadera tersebut dengan cara menembak diri mereka sendiri.

Setelah diselidiki, ternyata motif mereka melakukan hal tersebut semata demi membayangkan diri mereka tengah berada dalam cerita serupa dalam video yang mereka tonton.Tragis!

Hati-hati juga dengan tayangan berita kriminal di televisi, hal ini dapat mengganggu pola pikir anak. Misalnya berita poembunuhan atau bunuh diri dengan memperlihatkan kondisi mayat yang mengenaskan. Anak-anak bisa jadi terinspirasi dan meniru bentuk penyelesaian masalah yan dilihat dari televisi, tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Sedangkan tayangan supranatural berpotensi syirik ayang akan mengotori akidah ank-anak kita. Anak akan terpesona dengan kekuatan benda gaib, tokoh jagoan dan melupakan kekuasaan Allah.

Banyak yang tidak bermutu

Sebagian besar data yang disajikan stasiun teve adalah data yang tidak berguna (data smog, istilah David Shenk ). Yang tidak akan dapat memberi manfaat untu buah hati kita.


Mengganggu interaksi sosial

Anak yang sudah kecanduan teve, cenderung malas untuk berinteraksi sosial dan menjadi pasif. Interaksi denngan teman dan keluarga digantikan dengan keasyikan menonton suguhan di layar kaca. Begitu pula kesempatan mengembangkan minat akan hilang, sebab minatnya hanya tertuju pada teve. Hal ini tentu tidak baik terhadap perkembangan soisl, motorik maupun emosionalnya. Anak akan lebih sulit bekerjasama, mengendalikan emosinya. Selain itu anak dapat mengalami gangguan tidur karena hal-hal seram yang sering terlihat dalam film-film mistik ataupun horor tampak nyata bagi mereka.

Ada temuan yang menarik dari Hasil Temuan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terhadap film-film kartun. Film yang mengusung tema kepahlawanan ternyata lebih banbyak mengandung adegan antisosial (63,5%) daripada prososial (36,4%)

’Coach Potato Problem’

Duduk berlama-lam amenonton menyebabkan kegiatan fisik anak-anak berkurang. Dan jika nonton dilakukan sambil ngemil, dapat timbul gangguan ’Coach Potato Problem’ atau kegemukan. Istilah ini menggambarkan postur tubuh anak yang seperti kentang duduk. Bentuk tubuh ini dapat mengganggu pengembangan motorik kasak dan motorik halusnya.


Dapat menyebabkan gangguan fisik

Pada beberapa kasus di jepang, sejumlah film kartun atau games-Karena komposisi gambar dan warna serta adegannya-menimbulkan kejang-kejang atau sawan pada anak. Gangguan inimuncul karena memang tayangan itu langsung berhubungan dengan mata dan saraf.

KECANDUAN TV

Hati – hati jika anak :

Kegiatannya hanya menonton TV, melakukan segala sesuatu sambil menonton TV
Malas bergerak
Malas melakukan kegiatan lain yang dulu sangat diminati
Malas berinteraksi, menarik diri dari pergaulan
Selalu membicarakan segala sesuatu yang berkaitan dengan tontonannya
Menjadi mudah marah dan sensitif ketika diminta berhenti menonton
Belajar terganggu, malas mengerjakan PR dan sulit memusatka perhatian
karena jika ada gejala-gejala di atas berarti anak kita sudah tergantung TV. hal ini tentu kan menggangu pula akademisnya. Nauzubillah


Diet TV, yuk!


Fakta-fakta di atas semakin mebuat saya miris, dan mendorong saya untuk menjalankan berbagai program diet TV.

Mulai dari diri sendiri

Keteladanan akan membekas pada diri anak kita. Jadi ketika saya ingin melakukan diet TV pada anak-anak kita, saya memulai dari diri saya sendiri. Karena kalau anak sering melihat kita menonton televisi, anak pun akan meniru kebiasaan kita

Jika memungkinkan, diskusikan bahaya TV untuk anak dengan orang-orang di rumah.

Hal ini akan menyamakan pandangan tentang TV dan lebih jauhnya mendukung program diet TV Walaupun hal ini tidak mudah, karena yang saya hadapi adalah orang tua. Dan terlebih, kami nebeng di sana. Kesamaan nilai akan mempengaruhi keberhasilan program ini. Jika kita ketat terhadap televisi, tapi yang lain tidak, sulit untuk berhasil

Membuat aturan menonton TV

Termasuk waktu menonton, jenis, tontonan dan lamanya menonton. menonton TV bisa dijadikan reward and funisment atas perilaku baik atau kedisiplinan anak. Misalnya boleh nonton TV kalau sudah mandi dan makan.. Sebaliknya,jam menonton dikurangi jika anak sulit mandi atau makan

Pendampingan ketika menonton TV

Selain menciptakan kebersamaan, pendampingan kita untuk menonton TV adalah kesempatan untuk mengklarifikasi hal yang tidak tepat, atau menerangkan hal yang belum jelas untuk anak.

Beralih ke TV kabel atau nonton DVD

Saya sempat terhenyak melihat iklan sebuah minuman ringan yang penuh adegan pornoaksi, dan serba permisif. Ditambah lagi durasinya sangat lama. Saking lamanya, saya kira video klip. Dan yang paling tragis, iklan itu diputar ketika jam tayang film anak. Jenis film mungkin masih bisa kita seleksi, tapi hati-hati dengan tayangan iklan yang tidak bisa kita seleksi. Hal ini membuat saya lebih tenang membiarkan anak-anak menonton DVD daripada menonton tayangan televisi, walaupun film yang diputar di TV itu sama dengan yang di DVD.

Membuat sebanyak-banyaknya alternatif kegiatan

Akan lebih mudah ketika kita membuat jadwal harian anak-anak, beserta berbagai kegiatan yang menarik seperti bersepeda, membersihkan kamar, memberi makan hewan peliharaan dan lain-lain. Selain mencegah anak-anak dari menonton televisi, hal ini menyenangkan dan bernilai edukatif bagi anak. Jadwal ini sangat membantu, terlebih ketika kita sedang mendelegasikan pengawasan anak pada orang lain, ketikabkita harus beraktivitas ke luar rumah

Menciptakan nuansa spiritual di rumah

Suasana spiritual yang kenal akan membangun akidah dan moral anak. Yang dapat mengcounter pengaruh TV yang tidak baik.

Misalnya dengan membiasakan shalat tepat waktu dengan mengajak anak, ketika adzan TV dimatikan, dan mengaji pada waktu-waktu tertentu. Menceritakan kisah-kisah yang mengandung nilai moral dan spiritual.


Ayah, Bunda, Semoga Allah memudahkan program diet TV kita semua.. Amien

dr. Ariani


Sumber data :
Majalah Ummi no 9 Januari 2010
Parent Guide No 12 September 2004
Catatan pribadi

Teruskan membaca...

Muhammad Fachrirozy: Tafsir Lagu Mentari

0

Posted by media itsar | Posted in

Ia adalah Iwan Abdul Rachman atau Abah Iwan.Ia adalah aktivis pemuda,penjelajah rimba,penggubah lagu hingga pendekar silat.Dari ilhamnya tercipta gubahan lagu perjuangan nan menggetarkan kalbu : “Mentari”.Lagu ini mengingatkan saya akan masa-masa penuh kepolosan.Masa-masa dimana jiwa saya diselimuti atmosfer aktualisasi diri yang khas.Atmosfer kemahasiswaan.Ya,kemahasiswaan tak boleh mati!

Izinkan saya menekspresikannya disini.

Semoga bukan sampah selewat.Semoga menjadi bagian dari upaya saling menyemangati.Sebab semangat itu naik dan turun.Karena kita bukan malaikat yg konstan dan konsisten tapi kita manusia yang penuh dinamika.

“Mentari..menyala disini..Disini didalam hatiku..”

Steven Covey menyebut dalam 8th habit-nya sebagai “Voice”.Sebuah panggilan yang menjadi dorongan yang menguatkan keyakinan dan menjadi “bahan bakar” dalam bergerak.Ia adalah apa yang disebut Abah Iwan sebagai “Mentari”.Karakteristik “Mentari” ini biasanya hangat dan menentramkan.Ia adalah generator yang menyemburatkan vitalitas.Ia ibarat lampu yang tak pernah padam atau mata air yang tak pernah kering.Saat jiwa mengingatnya adalah saat-saat dimana diri kita merasakan hati kita “disegel” dan terasa begitu “aman” dan “comfortable”.Bentuk melankolis dari panghayatan terhadap “Mentari” ini adalah “Romantisme Perjuangan”.

“Gemuruhnya sampai disini..Disini diurat darahku..”

Bergemuruh dan bergejolak.Itu karakteristik lain dari “Mentari”.Layaknya reactor nuklir yang dinamis dimana didalamnya unsur-unsur saling bereaksi satu sama lain.Ia siap menciptakan ledakan dan sumber daya untuk bertahan dalam jangka panjang.

“Meskipun tembok yang tinggi mengurungku..Berlapis pagar duri sekitarku..”

Dalam banyak konteks perjuangan baik dalam konteks memperjuangkan kebutuhan diri maupun kebutuhan masyarakat atau kelompok selalu akan ada resistensi yang timbul dari berbagai elemen yang terlibat.Cerita-cerita klasik mengenai penindasan dari “pemilik kekuatan yang jahat” untuk mengerangkeng,mengekang dan menindas para pejuang seakan terus menjadi “neverending story” dan harga mati bagi mereka yang menempuh jalan ini.

Pagar duri melambangkan nuansa khas pergerakan mahasiswa yang tak pernah mati.Oposisi penguasa,agen perubahan,pemilik kekuatan intelektual yang siap mengemban mandat rakyat.

“Tak satupun yang mampu..menghalangiku..menyala didalam hatiku”

Pemimpin level kelima yag digambarkan Maxwell sebagai pemimpin pemilik nilai-nilai dan respek rela menempuh jalan yang tidak popular yang dilalui common people.Ia rela memutuskan untuk bertahan dengan prinsip-prinsip kebenaran walaupun dengan menempuh kemungkinan yang paling ekstrem sekalipun.Dengan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pada dirinya.

Keteguhan ini akan membuat berdecak kagum common people dan biasanya ,ketika si pemilik “Mentari” ini telah wafat dan ide-ide dan gagasan yang ia perjuangkan menampakkan hasilnya,orang-orang yan mencibirnya sewaktu di dunia berbalik mengagumi keteguhannya.

Para “Pemilik Mentari” biasanya membuat garis demarkasi yang tegas antara mana yang sifatnya hakikat dan maknawi serta mana yang palsu.Mana kebersamaan dan persaudaraan palsu,mana kemenangan dan kesenangan palsu serta mana yang sejati.

Taufiq Ismail mengekspresikannya melalui potongan syairnya “Masalah nama baik angkatan kita itu urusan sejarah..Masalah mengakkan kebenaran..itu urusan kita”.Ia mampu melihat mana yang lebih diprioritaskan antara mengucapkan yang hitam itu hitam dan yang putih itu putih atau sekedar larut dalam kesenangan kejayaan dan kebesaran nama baik kelompoknya.

“Hari ini hari milikku..juga esok masih terbentang..”

Gairah dan vitalitas yang khas ini menyemburatkan rasa percaya diri yang unik.Rasa kepemilikkan akan waktu.Ya waktu dalam kendali kita!Kita sepenuhnya memutuskan untuk menjemput takdir yang mana yang telah Tuhan siapkan untuk kita dalam waktu ini!Bahkan saking fenomenalnya sang pemilik “Mentari” menemukan “momen kepahlawanannya” sampai nampak seperti bukan dia yang memilih takdir tapi “takdirlah yang memilih dia!”

Dampak berikutnya adalah jiwa visioner.Optimisme dan gairah.Future condition menjadi landasan dalam mencanangkan visi yang “development and achievement oriented”.Menjiwai dan menghayati sepenuhnya kerja yang dilakukan pada current condition dan mempersiapkan scenario untuk esok yang masih terbentang!

“Dan Mentari kan tetap menyala..Disini diurat darahku..Disini di urat darahku”

Outro lagu ini melantun dengan indah.Para pejuang pemilik “Mentari” selalu merupakan jiwa-jiwa melankolis yang sifat melankolisnya muncul sewaktu-waktu walau ada sebagian pejuang yang terlampau melankolis.

Malcolm X mengatakan “If you stand for nothing you will fall for everything”.Para pemilik mentari adalah mereka yang yang selalu berada pada poin kemenangan walaupun mereka kalah dimata manusia,pada hakikatnya mereka selalu menang,sebab hanya mereka –mereka yang memilih berada di zona abu-abulah yang akan selalu jadi korban dari keganasan musuh.

Carilah “Mentari” untuk kau simpan dalam dadamu.Jika “Mentari” itu sudah ada, jaga lah agar nyala dan hangatnya tetap kekal sampai perpisahan terakhir dengan kehidupan dunia datang.



(Buat yang penasaran kaya gimana lagu mentari,silahkan cari filenya ke orang lain,soalnya nyari file yang bisa didownload di internet ga ketemu2..hehehe)


Teruskan membaca...

Annas Ta'limuddin Maulana: Aku Iri Padamu!

0

Posted by media itsar | Posted in

AKU IRI PADAMU!

Aku iri padamu, mengapa setiap kali engkau bolos mentoring kau dimarahi mentor, sedang aku tidak.

Aku iri padamu, mengapa setiap kali engkau tidak menghafal barang satu ayat Al-Qur’an saja kau dimarahi dia sedang aku tidak.

Aku iri padamu, mengapa tatapan dia kepadamu dan kepadaku berbeda. Mentor kita menatapmu tajam tapi penuh makna sedang dia menatapku biasa dengan makna yang biasa.

Aku iri padamu, mengapa jabatan tangan antara engkau dan dia sangat erat hingga terlihat otot pada tangannya, sedang padaku biasa saja tidak.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih banyak melaksanakan shalat sunnah dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih rajin melaksanakan shaum sunnah dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih banyak mengeluarkan sedekah dariku.

Aku iri padamu, mengapa amalan serta amanahmu lebih banyak dariku.

Aku iri padamu, mengapa hidupmu terasa lebih indah dari hidupku.

Aku iri padamu, mengapa bebanmu terlihat lebih ringan dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih dibanggakan dariku.

Aku iri padamu, mengapa mentor kita lebih memilihmu.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih baik dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih diberikan kepercayaan dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih banyak dido’akan malaikat daripadaku.

Aku iri padamu, mengapa Allah lebih ridha kepadamu daripadaku.

‘Mereka’ ingin engkau terlihat lebih baik dariku.

‘Mereka’ ingin engkau untuk menjadi nomor satu atasku.

Dia mengetahui karena Dia Maha Mengetahui sedang aku tak punya daya atas apa yang ku usahakan. Entah ingin iri apalagi padamu, yang jelas aku iri padamu.


Aku iri padamu.

Aku iri padamu.

Aku iri padamu!

Bumi Allah, 7 Rabiul Awal 1431 H – 21 Februari 2010 M
Annas Ta’limuddin Maulana
-------------------------------------


Teruskan membaca...

Itsar BARU, semangat BARU !!!

0

Posted by media itsar | Posted in

Itsar BARU, semangat BARU !!!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala pujian hanyalah milik Allah Ta’ala yang di tangan-Nya lah segala rezeki dan ilmu. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada teladan kita, Nabi kita tersayang, Muhammad Saw.

Allah Ta’ala berfirman, “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Alhamdulillah, atas rahmat dari Allah, Itsar kita kini telah berusia 10 tahun. Suatu rentang masa yang sangat panjang yang telah merekam sepak terjang kakak2 mentor kita dalam membangun da’wah di SMP. Suatu masa yang tidak singkat, dan hanya orang-orang yang bersabarlah yang bisa istiqamah beramal selama itu.

Dalam sepuluh tahun itu, pasang surut perjalanan Itsar sangat terasa. Berbagai macam ujian pernah kita alami, seperti beberapa SMP yang lepas dari Itsar karena ketiadaan pementor, saling berkirim kader untuk membantu di SMP lain, sampai berbagai macam karya dan keberhasilan yang telah diukir oleh kader-kader Itsar. Lalu, apa gerangan yang bisa membuat Itsar bisa seperti saat ini? Tentu saja KEISTIQAMAHAN dan SEMANGAT kader-kadernya yang tidak pernah padam!

Syukur pada Allah atas rahmat-Nya, yaitu Itsar yang saat ini terus melaju semakin cepat. Kader-kader yang memiliki potensi luar biasa semakin banyak jumlahnya. Struktur kerja dan amal semakin rapi. Roda-roda kaderisasi dan pembinaan terus berputar kencang. Kader-kader Itsar yang saat ini berkuliah atau bekerja terus mengencangkan “pegangan” tangan mereka dalam menjaga keberadaan da’wah di Itsar ini. Itsar BARU ! dan akan terus memperbarui dirinya!

Sesungguhnya perjalanan Itsar menuju impiannya yaitu membangun tanzhim da’wah SMP se-Bandung belumlah selesai. Perjalanan masih panjang, dan ujian yang akan kita alami di hadapan akan semakin berat. Setiap tercapai satu target, maka sesungguhnya ada target lain yang harus kita capai! Dan begitulah seterusnya hingga impian itu terwujud menjadi nyata. Dan bekalan utama kita dalam mengarungi perjuangan kita di Itsar ini adalah, “keimanan, kesabaran, tarbiyah, dan ukhuwwah”!

Wahai kader-kader Itsar! Yakinkanlah pada diri kalian bahwa jalan yang kita tempuh ini menjanjikan balasan yang berlipat ganda dari Allah Ta’ala. Karena itu, luruskanlah niat kalian! Niatkanlah setiap tugas-tugas yang kalian kerjakan adalah untuk Allah semata. Dan janganlah ragu sedikitpun untuk berjiddiyah dan berkorban, karena pengorbanan kalian tidak akan sia-sia! Bersedihlah saat amalan kita lebih sedikit daripada amalan saudara2 kita yang lainnya. Karena kader-kader Itsar bukanlah mereka yang senang berleha-leha, namun mereka yang tegar menghadapi beban yang berat dengan SEMANGAT yang tidak pernah padam, demi mewujudkan mimpi-mimpi yang mengharu biru di dalam hati mereka!
Teruskan membaca...

Yashfy Ziyanulhaq: Catatan Perjalanan Seorang Dokter Indonesia di Gaza#4 ~ Diri ini Menjadi Saksi: Kota Gaza yang Dirundung Pilu

0

Posted by media itsar | Posted in

Bismillaahirrahmaanirrahiim


Tulisan ini adalah kisah nyata dari seorang dokter dari Bandung, Dr.Dadang Rukanta yang tergabung direlawan Tim Bulan Sabit Merah Indonesia saat beliau mengunjungi Gaza Januari-Februari 2009. Hari ini tepat setahun Israel menggempur Gaza melalui darat, laut dan udara dalam operasi "Cast Lead" yang menggemparkan dunia itu. Semoga ada hikmah yang bisa kita petik

Catatan sebelumnya: http://www.facebook.com/note.php?note_id=308668202917

Diri ini Menjadi Saksi: Kota Gaza yang Dirundung Pilu


Hari kedua kami menunggu di Raafah, diliputi rasa optimisme, setelah shubuh berjamaah di masjid agungnya El Arish, yang dingin dan berkabut tipis.

Selepas sarapan roti mesir -Ish- dan hangatnya teh, kami berangkat menembus dinginnya El Arish. Perjalanan sampai Raafah border tidak banyak halangan, karena masih sepi dan sudah pernah melalui jalan yang sama. Sampai Raafah border sekitar jam 9 pagi, masih lenggang, ada beberapa teman yang kemarin menunggu berusaha negosiasi untuk bisa masuk. Tim kami hari ini diperkuat Ustadz Haris dan Ustadz Aji. Seluruh tim saat ini full 18 orang setelah bergabungnya ikhwan dari Baznas (Badan Zakat Nasional) dan Kispa (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) . Tim lain menunggu dengan rasa optimis selepas shalat subuh kemarin. Semua diminta standby takut tiba-tiba dipanggil, atau ada perubahan kondisi yg bisa berubah tiba-tiba. Birokrasi mesir memang terkenal dengan kerumitan dan perubahan yang tiba-tiba.



Ba’da dzuhur masih belum ada kejelasan, sehingga ingin shalat pun agak ragu. Tetapi setelah beberapa lama masih menunggu kami shalat bergilir jama qoshor dan untuk mengganjal perut yang mulai protes kami ambil perbekalan kami untuk di Gaza nanti, makan ‘zinnee’ popmie mesir dengan rasa kari dan mienya besar-besar. Terasa nikmat meski hanya pop mie, nungkin karena hawa dingin dan memang kami sudah lapar sekali.

Menjelang ashar tiba-tiba ada panggilan, ” Hilah Ahmar (organisasi kami -dalam bahasa arab) masuk”; katanya, kami sejenak tertegun, tidak percaya.. setelah lama menunggu yang sebenarnya tidak selama rekan-rekan kami yang sudah tiga-empat hari bolak-balik. Subhanallah ini rizqi dan berkah Allah. Kami segera masuk satu-satu, beruntung barang-barang pribadi sudah kami susun dengan roda dorong bersama seorang mesir. Satu persatu kami masuk, melalui pintu pagar sempit, satu, dua, tiga….. empat belas, enam belas, tujuh belas… lho kemana satu lagi, kemana seorang lagi, siapa? Kami cek satu persatu, tenyata Dr.Fuadi. “Dr.Fuadi tadi izin ke hamam”; kata Dr.Erik. Segera kami minta ikhwan mahasiswa yg masih di luar untuk mencari dan menyusul. Kami menunggu.. cemas khawatir gara-gara menunggu atau kurang, petugas mesir membatalkan melintasi perbatasan. Setelah kurang lebih 5 menit diliputi cemas dan waswas yang hampir menguras kegembiraan kami tadi saat dipanggil tiba-tiba menyeruak mujahid kita paling sepuh yang masih bersemangat, Alhamdulillah Dr.Fuadi muncul, rupanya beliau memang harus ke hamam karena mendesak. Dan Alhamdulillah petugas mesir tidak jadi masalah.
Kami berjalan perlahan, sambil melihat situasi di dalam border. Tampak Ambulan kami masih terparkir, beberapa tim kami mengambil barang-barang yang tersimpan di mobil KBRI yang parkir di luar.



Di Dalam imigrasi kami lakukan prosedur seperti layaknya keluar dan masuk imigrasi. Isi kartu kedatangan ke Palestina. “Alhmadulillah “ kata ustadz Ostman, “Insha Allah kita masuk tinggal nunggu di cap imigrasi.”
Sekitar 15 mnt kami diminta berjalan masuk, melewati imigrasi Palestina, membayar 91 poud per orang untuk transportasi. Bus di luar sudah menunggu, segera kami angkut barang-barang masuk bus. Menunggu sejenak bus berjalan keluar meinggalkan kompleks border Raafah…. Subhanallah akhirnya kami menginjak tanah Palestine, Gaza yang 3 hari kebelakang masih diliputi keraguan bisa kami masuki.

Tiba-tiba Bus berhenti setelah berjalan kurang lebih 100 meter, masih di area bangunan sekitar Raafah, kami diminta turun dan bawa paspor menuju satu bangunan kantor. Penuh tanda tanya kami turun. “Ada apa”, kata beberapa anggota tim. “Jalan saja. kita diminta imigrasi…”, kata salah seorang dari tim. Rupanya kita diminta masuk ke kantor imigrasi Palestine, kehangatan terasa, keramahan terlihat dari petugas yang menyambut kami di pintu, rupanya mereka para pegawai Palestina yang akan menyambut kami. Paspor kami dikumpulkan untuk dicap imigrasi, tidak tampak kesulitan dan birokrastis, sungguh berbeda dgn diperbatasan Mesir tadi, dan Subhanallah rupanya kami disambut jubir PM Hamas di Gaza Ikhwah Abd. Gazi. Penuh kehangatan dan rasa terimakasih beliau menyambut kami, dan kami akan ditempatkan sesuai dengan keahlian masing-masing. Kami akan diantar ke tempat penginapan dan juga sangat menghargai bantuan yang telah diberikan. Jauh berbeda dengan di Raafah, kehangatan dan senyum senantiasa tampak, sehingga kami merasa aman dan tambah semangat untuk bekerja berjihad dengan keahlian masing-masing dan menyampaikan amanat rakyat indonesia.



Di perjalanan yang tampak memang lebih ramah dan hijau, sisa-sisa bangunan hancur terkena bom kami lewati. Anak-anak pulang sekolah tampak berbaris seakan bukan masa perang. Memang bagi mereka perang ini sudah sangat lama sehingga perang dan konflik dgn Israel menjadi bagian dari keseharian mereka, rakyat Palestina memang Muslim yang tabah. Beberapa bagian yang kami lewati memang subur tampak perkebunan jeruk siap panen yang terhampar luas diselingi tanah-tanah berlubang dan bangunan hancur bekas hantaman bom.

Sekitar 30 menit kami sampai di RS Shifa-RS terbesar di Jalur Gaza- tiba pula rombongan Ambulan dengan muatan bantuan kami. Hari menjelang Maghrib disini waktu shalat lebih awal beberapa menit dibanding Mesir karena lebih timur. Kami disambut perwakilan Rumah Sakit dan juga staff dari kementrian kesehatan. Dijelaskan tentang rencana dan data kami, sehingga Insha Allah tenaga dan bantuan kami akan bermanfaat.



(Bersambung -> Catatan Perjalanan #5)
Teruskan membaca...

Maya Damayanti: Ukhuwwah Islamiyah

0

Posted by media itsar | Posted in

Kita tidak boleh menjadikan seseorang sebagai sahabat hanya karena ia pintar,atau anak yang populer. Kalau yang seperti itu berarti kita cuma ikut numpang terkenal aja. Tapi orang yang seharusnya kita jadikan sahabat adalah orang yang baik akhlaknya. "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (Al Hujurat 49:10)
Jadi,orang yang seharusnya kita jadikan sahabat adalah orang yang berakhlak baik. Di dalam Agama Islam tidak ada perbedaan antara yang miskin dan kaya,yang kulit hitam dan kulit putih. Jika orang miskin dan orang kulit hitam beriman Kepada Allah maka ia layak kita jadikan sahabat seperti saudara kita sendiri. Persaudaraan seperti itu namanya ukhuwwah islamiyah.


Ukhuwwah Islamiyah adalah persaudaraan sesama muslim yang dipengaruhi rasa cinta, kasih sayang dan rasa saling menghormati yang dilandasi iman dan takwa Kepada Allah.


Kalau misalkan kita ingin ukhuwwah islamiyah itu awet ada cara-caranya, yaitu :

1 Memanjatkan doa untuknya walaupun saling berjauhan.

2 Jika berjumpa berikanlah senyuman dengan wajah manis dan ucapkan salam.

3 Berjabat tangan bila bertemu (sesama jenis).

4 Saling mengunjungi.

5 Menjenguknya bila sakit.

6 Menyampaikan ucapan selamat berkenaan dengan sukses yang dicapainya.

7 Memberikan hadiah pada saat-saat tertentu.

8 Memberikan perhatian terhadap keperluan saudaranya,dll.


Teruskan membaca...

Maya Damayanti: Hikmah berpakaian islami

6

Posted by media itsar | Posted in

Hikmah berpakaian islami :
1 Seseorang yang berpakaian islami akan terjaga kehormatannya. Akhwat2 yang memakai jilbab insyaAllah tidak akan diganggu oleh para ikhwan usil (Al Ahzab:59).

2 Terjaga dari perilaku yang menyimpang. Kalau di sekeliling kita masih banyak yang membuka aurat, maka kita harus pandai2 mengalihkan pandangan. '' Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'' (Q.S. An Nur: 30).
" Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya." (Q.S. An Nur: 31)

3 Terhindar dari penyakit tertentu. Pakaian takwa adalah pakaian yang menutupi tubuh. Artinya, secara otomatis kulit kita akan terlindungi dari bahaya sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan kanker kulit.

4 Terhindar dari azab Allah. Pernah ada kejadian, seorang wanita yang sedang hamil muda pergi ke suatu tempat untuk melaksanakan tugar dari perusahaan tempat ia bekerja. Jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Tiba-tiba dalam perjalanan mobilnya bertabrakan dengan mobil lain. Setelah diselidiki, tidak ada satu korban pun yang selamat dari kecelakaan itu. Dan setelah diselidiki lebih jauh, tidak ada satu pun identitas korban yang diketahui. Makanya mayat para korban dimakakan oleh penduduk setempat termasuk wanita yang hamil muda itu. Setelah beberapa hari ternyata sang suami dan keluarga korban menerima berita tersebut dan langsung menuju pemakaman sang istri. Kemudian mayatnya dipindahkan ke dekat tempat tinggalnya. Tapi ketika makamnya digali,mereka melihat mayat wanita itu langsung pingsan karena tidak kuat melihat mayat. Ketika dimakamkan, mayat tersebut diletakan dalam kondisi membujur sementara setelah digali kembali posisi mayat sudah berubah menjadi jongkok dengan kedua tangan diletakan diatas kepala seperti menahan siksaan sementara kepalanya ditumbuhi paku2 besi yang sangat banyak hampir memenuhi semua bagian kepalanya. Setelah diselidiki, ternyata wanita tersebut belum berjilbab semasa hidupnya. Itu siksaan di alam kubur belum lagi siksaan nanti di akhirat.


Teruskan membaca...

Maya Damayanti: BERKENALAN dengan MALAIKAT

0

Posted by media itsar | Posted in

Assalamu'alaikum wr wb

Malaikat adalah makhluk gaib yang Allah SWT ciptakan dari nur (cahaya). Kita tidak akan bisa melihat mereka (yaiyalah namanya juga makhluk gaib.. hha), namun mereka sebaliknya, dapat melihat kita.
Iman kepada malaikat termasuk kedalam rukun iman yang ke-2. Keberadaan malaikat wajib kita imani seperti kita mengimani Allah SWT. Mengimani disini berarti kita yakin bahwa malaikat itu ada, walaupun kita tidak dapatn melihatnya. Sebagaimana firman Allah dalam Surat An Nisa:136, "... barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."
Perlu kita ingat lagi bahwa arti iman adalah diyakini dalam hati, diucapkan oleh lisan dan diamalkan oleh amal perbuatan kita.dengan demikian, hendaknya kita senantiasa mnjaga segala perbuatan kita karena kita yakin ada malaikat yang mencatatnya.
Para malaikat diciptakan oleh Allah SWT berbeda dengan makhluk lainnya. Sifat-sifat mereka sangat istimewa sehingga segala pekerjaan yang dibebankan kepada mereka selalu terlaksana dengan sempurna.
hal-hal yang membuat mereka sempurna :
- tidak diberi nafsu syahwat
- ntidak pernah merasa lapar atau haus
- tidak berjenis kelamin
- tidak tidur
- tidak menikah serta tidak berketurunan
- tidak akan mati sebelum hari kiamat
- malaikat selalu taat kepada Allah SWT
- hanya mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT
Al Anbiya (21) ayat 19-20 : " Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan bumi. Dan malaikat-malaikat di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. "
Contoh perbuatan shalih yang dihadiri malaikat dan ia bershalawat unjtuk pelakunya :
- Saat malam lailatul qadar, mengisinya dengan berdzikir kepada Allah SWT. pada saat itu semua malaikat turun ke bumi.
- Membaca Al-Qur'an dan berdzikir kepada Allah SWT
- Mengajarkan kebaikan kepada manusia
- Penuntut ilmu yang bermanfaat
- Berjalan menuju masjid dan tinggal disana
- Shalat shaff pertama
- Datang lebih dulu pada Shalat Jum'at
- shalat fajar dan ashar
- Sahur.


Selesai.. !

jazakillah..

Wassalamu'alaikum wr wb


Teruskan membaca...

Maya Damayanti: Masjid Nabawi

1

Posted by media itsar | Posted in

Assalamu'alaikum wr wb..
ini adalah note tentang Masjid Nabawi..

selamat membaca...
___________________________________________________________________________________



Masjid Nabawi, adalah salah satu masjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad saw. dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Sejarah Masjid Nabawi....

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah saw., setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah saw. tiba di Madinah, yalah di tempat unta tunggangan Nabi saw. menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah saw. untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau.[1][2]

Awalnya, masjid ini berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m[3] Rasulullah saw. turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para shahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.[1]

Kemudian melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Nabi saw. Kediaman Nabi ini tidak seberapa besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya tentu saja lebih tertutup. Selain itu ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah.[1] Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni teras masjid.

Setelah itu berkali-kali masjid ini direnovasi dan diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab di tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan di tahun 29 H. Di jaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 m² di tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Raja Fahd di tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 m², ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 m² dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk shalat seluas 135.000 m². Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 535.000 jemaah.[3]

Keutamaan Masjid Nabawi

Masjid Nabawi dari depan. Makam Nabi saw. terletak di bawah kubah hijau di sebelah kanan

Keutamaannya dinyatakan oleh Nabi saw., sebagaimana diterima dari Jabir ra. (yang artinya):

"Satu kali shalat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali shalat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali shalat di masjid lainnya." (Riwayat Ahmad, dengan sanad yang sah)[4]

Diterima dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW bersabda (yang artinya):

"Barangsiapa melakukan shalat di mesjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali shalat pun juga, maka akan dicatat kebebasannya dari neraka, kebebasan dari siksa dan terhindarlah ia dari kemunafikan." (Riwayat Ahmad dan Thabrani dengan sanad yang sah)[4]

Dari Sa’id bin Musaiyab, yang diterimanya dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda (yang artinya):

"Tidak perlu disiapkan kendaraan, kecuali buat mengunjungi tiga buah masjid: Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjidil Aqsa." (Riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)[5]

Berdasarkan hadis-hadis ini maka Kota Medinah dan terutama Masjid Nabawi selalu ramai dikunjungi umat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji atau umrah sebagai amal sunah.

Raudlah

Salah satu bagian Masjid Nabawi terkenal dengan sebutan Raudlah (= taman surga). Doa-doa yang dipanjatkan dari Raudlah ini diyakini akan dikabulkan oleh Allah swt. Raudlah terletak di antara mimbar dengan makam (dahulu rumah) Rasulullah saw. Diterima dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw. bersabda (yang artinya):

"Tempat yang terletak di antara rumahku dengan mimbarku merupakan suatu taman di antara taman-taman surga, sedang mimbarku itu terletak di atas kolamku." (Riwayat Bukhari)[6]

Makam Nabi SAW

Rasulullah saw. dimakamkan di tempat meninggalnya, yakni di tempat yang dahulunya adalah kamar Ummul Mukminin Aisyah ra., isteri Nabi saw. Kemudian berturut-turut dimakamkan pula dua shahabat terdekatnya di tempat yang sama, yakni Abu Bakar Al-Shiddiq dan Umar bin Khattab.[7] Karena perluasan-perluasan Masjid Nabawi, ketiga makam itu kini berada di dalam masjid, yakni di sudut tenggara (kiri depan) masjid.

Aisyah sendiri, dan banyak lagi shahabat yang lain, dimakamkan di pemakaman umum Baqi. Dahulu terpisah cukup jauh, kini dengan perluasan masjid, Baqi jadi terletak bersebelahan dengan halaman Masjid Nabawi.

sekian..
jazakillah..
wssalamu'alaikum


Teruskan membaca...

Maya Damayanti: Asma binti Abu Bakar As-Shiddiq

1

Posted by media itsar | Posted in

Assalamu'alaikum wr.wb

ini adalah sebuah kisah Asma' binti Abu Bakar Ash-Shiddiq ra.huma.
kisah ini saya ambil dari materi mentoring yang pernah dikasih dari T'mulki dan dari pencarian di internet..

selamat membaca

__________________________________________________________________________________

Asma binti Abu Bakar As-Shiddiq atau biasa dijuluki Dzatun Nithaaqain

Ibunya bernama Qutayrah binti Abu Uzza dari Banu Amir bin lu'ai. Dia adalah saudara kandung Abdullah bin Abu Bakar ra. Asma' telah dilahirkan 27 tahun sebelum Hijrah. Usianya lanjut, sehingga dia wafat pada tahun ke-73 sesudah Hijrah. Berarti usianya genap satu abad.

Dari masa jahiliyyah hingga ke masa pemerintahan Bani Umayyah. Semenjak permulaan Islam, Asma' telah banyak membantu perjuangan Nabi SAW beserta ayahnya. Ketika Rasulullah SAW dan Abu Bakar ra. dikejar-kejar oleh kafir-kafir Quraisy, keduanya bersembunyi di gua Tsur, maka setiap petangnya, Asma' binti Abu Bakar seorang diri telah datang ke tempat persembunyian itu untuk membawa makanan dan minuman untuk Nabi SAW serta ayahnya. Pada malam ketiga, Asma'juga telah datang ke tempat Persembunyian Rasulullah SAW dengan rnembawa Seorang penunjuk jalan, yaitu Abdullah bin Uraiqith. Kemudian Nabi SAW bersama sahabatnya meninggalkan gua itu untuk melanjutkan perjalanan. Sedangkan Asma' membawakan bungkusan makanan bagi mereka. Dan karena dia tidak menemukan tali untuk mengikat makanan itu pada unta, maka ia membuka tali ikat pinggangnya, lalu disobeknya menjadi dua utas tali. Yang satu dijadikan ikat makanan kepada unta, dan yang lain diikatkan pada pinggangnya. Dan sejak itulah dia telah dikenal dengan panggilan 'Wanita yang mempunyai dua ikat pinggang'.

Setelah berkhidmat dan membantu perjuangan Nabi SAW Ketika berhijrah ke Madinah, Asma' segera kembali ke rumahnya. Namun, belum sempat Asma' tiba di rumahnya, beberapa orang kaum Quraisy dengan diketuai oleh Abu jahal, sudah berada di belakangnya. Asma' ditanya dengan berbagai pertanyaan. Tetapi dia tetap menjawab, 'Saya tidak tahu.' Hal itu telah membuat Abu Jahal marah, lalu dia menampar Asma' dengan tangannya yang kasar itu. lantaran tamparan itu terialu kuat, sehingga anting-anting Asma' tercabut dari telinganya. Rasa sakit dari tamparan Abu jahal itu terus terasa oleh Asma' sampai beberapa hari, bahkan dia tidak dapat melupakannya seumur hayatnya.

Asma' telah memeluk Islam bersama-sama orang yang pertama memeluk Islam. Dia adalah orang yang kedelapan belas dalam urutan orang-orang yang mula-mula memeluk Islam. Usia Asma' delapan tahun lebih tua dari 'Aisyah ra. Asma' telah menikah dengan Zubair bin Awwam ra. Dan darinya mempunyai anak: Abdullah, Urwah, Mundzir, Asim, Muhajir, Khadijah, Ummul Hasan dan 'Aisyah. Suaminya, Zubair telah syahid dalam pertempuran jamal. Asma' binti Abu Bakar berkata, 'Ketika aku menikahi Zubair, dia belum mempunyai rumah, juga tidak mempunyai budak. Dia tidak mempunyai apa-apa di muka bumi ini selain kudanya. Akulah yang biasanya menggembalakan kudanya, memberinya makan, dan merawatnya. Selain itu aku juga yang menggiling bibit kurma, menggembalakan unta, memberinya minum, menambal ember, dan membuat roti. Sebenarnya aku tidak begitu pandai membuat roti, maka tetanggaku orang Anshar yang biasanya membuatkan roti untukku. Mereka adalah wanita-wanita yang ramah.'

Asma' sering menjujung bibit kurma di kepalanya dari hasil tanah milik Zubair yang telah dihadiahkan oleh Rasulullah SAW kepadanya. Tanah itu jauhnya sekitar 2 mil. Suatu hari, Asma' sedang membawa bji-biji kurma itu di atas kepalanya, di tengah perjalanan ia bertemu dengan Rasulullah SAW dan sekelompok sahabat ra. Lalu Beliau SAW memanggil Asma', 'Ayo! lkutiah!' mengajaknya agar ikut di belakang beliau. Asma' merasa malu sekati berjalan bersama para laki-laki. Dan ia teringat akan Zubair dan kecemburuannya. Karena Zubair termasuk orang yang paling pencemburu. Dan ketika Rasulullah SAW melihat bahwa Asma' malu, lalu beliau pergi. Setelah itu, Asma' menemui Zubair dan menceritakan kejadian tadi, 'Tadi Rasulullah SAW bertemu denganku ketika aku sedang menjunjung biji kurma di kepalaku. Ada sekelompok sahabat bersama beliau. Beliau merundukkan untanya supaya aku bisa ikut menunggang unta itu bersama beliau, tetapi aku sangat malu dan aku tahu rasa cemburumu.' Zubair berkata, 'Demi Allah, memikirkanmu menjunjung biji kurma adalah lebih berat bagiku daripada kamu berkendaraan bersama beliau.'

Pada suatu ketika Asma' merasa Zubair berlaku keras terhadapnya. Lalu Asma' menemui ayahnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan mengeluhkan tentangnya. Ayahnya berkata, 'Putriku, Sabarlah. jika seorang wanita mempunyai suami yang shaleh dan dia meninggal, lalu wanita itu tidak menikah setelah itu, mereka akan dipersatukan kembali di surga.'

Asma' binti Abu Bakar pernah datang menemui Rasulullah SAW dan berkata, 'Ya Nabi Allah! tidak ada apa-apa di rumahku kecuali apa yang dibawakan Zubair untukku. Salahkah bila aku menginfakkan sebagian dari yang dibawakannya itu?' Beliau menjawab, infakkanlah yang kamu bisa. Jangan menimbun harta, atau Allah akan menahannya darimu.' Kedermawanannya tidak diragukan lagi. Prinsip hidupnya adalah menyedekahkan apa yang ada, tanpa menyimpannya. la sangat menyakini, bahwa dengan memperbanyak sedekah akan menambah rezeki dan menyelesaikan masalah.

Diriwayatkan bahwa Asma' binti Abu Bakar jika merasa tidak enak badan, maka dia akan membebaskan semua budak miliknya. jika ia merasa sakit kepala, maka ia akan meletakkan tangannya di kepalanya, seraya berkata, 'Tubuhku, dan yang diampuni Allah sudah cukup!' Asma' pun sering menasehati putra-putri dan ahli keluarganya, 'Berinfaklah dan bersedekahlah dan jangan menanti agar uangmu berlebih. jika engkau mengharapkan uangmu berlebih, engkau tidak akan mendapatkannya. Jika engkau bersedekah, engkau tidak akan menderita kerugian.'

Demikian Islam melekat pada dirinya, sehingga kepada ibu kandungnya pun ia sangat berhati-hati, mengingat ibu kandungnya sendiri belum memeluk Islam. Diriwayatkan bahwa Qutayrah binti Abdul Uzza - yaitu istri Abu Bakar yang telah diceraikan pada zaman jahiliyah karena masih kufur - mengunjungi putrinya Asma' binti Abu Bakar ra.. ia membawa kurma, rnentega cair dan daun mimosa. Tetapi Asma' menolak tidak mau menerima pemberiannya itu, bahkan Asma' telah melarang ibunya itu memasuki rumahnya. Kemudian Asma' menemui Aisyah ra., "Tanyakanlah kepada Rasulullah SAW.' Beliau menjawab, "Sebaiknya kamu izinkan ibumu masuk dan menerima pemberiannya." Kemudian Allah menurunkan wahyu-Nya,

'Allah tidak melarangmu untuk berbuat baik, dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak pula mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil Sesungguhnya Allah hanya melarangmu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama, dan mengusirmu dari negerimu, dan membantu orang lain dari mengusirmu. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.' (Al-Mumtahanah: 8-9).

Ketika usianya bertambah tua, Allah telah memberinya ujian, yaitu kedua belah matanya menjadi buta. Dan kezuhudan dan kecintaannya kepada akherat, telah banyak menjauhkan dirinya dari tipu daya duniawi. Pernah pada suatu ketika, putranya yaitu Mundzir bin Zubair telah datang dari lrak. Dan ia mengirimi Asma' binti Abu Bakar ra. setelan baju yang terbuat dari kain halus yang sangat lembut. Ketika baju itu sampai, Asma' menyentuh kain itu dengan tangannya, lalu ia berkata, 'Hussh Kembalikan pakaian ini kepadanya!' Terlihat Asma' sangat gusar dengan hadiah itu. Melihat hal ini Mundzir berkata, 'Wahai lbu, (baju) ini tidak tembus pandang!' Asma' menjawab, 'Jika tidak tembus pandang, ia tembus cahaya.' Kemudian Mundzir memberikan kepada Asma' sebuah pakaian biasa dan Asma' menerimanya. Asma' berkata, 'Aku akan memakai pakaian seperti ini.'

Pada suatu ketika, pada masa pemerintahan Banu Umayyah, ketika Asma' telah berusia 100 tahun dan matanya telah menjadi buta, datanglah Abdullah bin Zubair menemui ibunya Asma'. Abdullah berkata, 'Wahai ibuku! Orang-orang telah mengecewakanku. Aku tidak mempunyai pendukung, kecuali beberapa orang saja.' Menanggapi kesedihan anaknya ini, Asma' memberikan nasehat dan dorongan untuk membangkitkan lagi semangat anaknya, ia berkata,

'Wahai anakku, engkau tentu lebih tahu tentang dirimu sendiri. jika engkau yakin, bahwa engkau di atas kebenaran, dan kepada kebenaran engkau menyeru orang, maka teruskaniah! Sahabat-sahabatmu juga telah terbunuh di atas kebenaran ini. jangan engkau jadikan batang lehermu dipermainkan oleh anak-anak bani Umayyah.

Tetapi, jika engkau hanya menginginkan dunia semata, maka seburuk-buruk hamba adalah engkau! Engkau telah membinasakan dirimu sendiri, dan engkau telah membinasakan orang-orang yang telah terbunuh bersama-samamu.

Dan jika engkau berada di atas kebenaran, lalu sahabat-sahabatmu menghadapi kesulitan, apakah engkau akan menjadi lemah?! Demi Allah, ini bukaniah sikap orang-orang yang merdeka dan bukan pula sikap ahli agama. Berapa lama engkau akan tinggal di dunia ini? Mati adalah lebih baik!'

Mendengar nasehat dan dorongan dari Asma' ini, maka Abdullah bin Zubair merasa tenang dan bersemangat. Lalu ia datang kepada Asma' dan mencium kepalanya, sambil berkata, 'Demi Allah, inilah pendapatku! Akan tetapi aku ingin mengambil pikiran darimu, dan kini engkau telah menambahkan kepadaku keteguhan hati di atas keteguhan yang telah ada padaku. lngatiah, wahai ibuku! Anggaplah aku ini sudah mati dari hari ini, dan aku harap engkau tidak terlalu sedih jika mendengar beritaku kelak, dan serahkaniah masalah ini kepada Allah!' Kemudian Abdullah memberikan kata selamat tinggal kepada ibunya.

Dalam riwayat lain disebutkan, pernah Abdullah mengadu kepada ibunya tentang kebimbangan hatinya, jika ia mati, tentu mayatnya akan dipotong-potong oleh Al-Hajjaj. Maka Asma' menentramkannya dengan berkata, 'Apakah orang yang sudah mati, akan merasakan siksa atau aniaya, yang dibuat oleh orang yang hidup? Tentu tidak bukan?!'

Ketika Abdullah telah terbunuh di tangan Al-Hajjai. Hajjai telah meletakkan mayatnya tersalib di atas batu. Dan dia bersumpah tidak akan menurunkannya dari atas salib itu, sehingga ibunya sendiri datang memohon kepadanya untuk menurunkan mayat itu. Akan tetapi, Asma' sangat enggan untuk menundukan kepalanya kepada Al-Hajjaj. Maka rnayat itu terus bergantung di situ, sehingga genap setahun lamanya di atas salib. Dan ketika pada suatu hari Asma' lewat di situ, ia berkata, 'Apakah masih belum sampai masanya bagi sang pahlawan ini untuk menapakkan kakinya di atas bumi!' Mendengar ucapannya tersebut, orang-orang bani Umayyah telah menganggap kata-kata Asma' itu sebagai permintaan belas kasihan kepada anaknya, maka mereka pun menurunkannya dari atas salib.

Al-Hajjaj pernah datang kepada Asma' dengan penuh keangkuhan dan berkata kepadanya, 'Apa pendapatmu tentang apa yang telah kulakukan terhadap anakmu?' Asma' menjawab dengan tegas, 'Aku telah membinasakan dunianya, ketika dia telah berhasil membinasakan akhiratmu.' Sebelumnya Asma' telah berdoa, 'Ya Allah! janganlah Engkau ambil nyawaku sebelum mataku merasa bahagia dengan mayat anak-ku!' Dan seminggu setelah mayat Abdullah diturunkan dari salib itu, barulah Asma' meninggal dunia.

Diriwayatkan bahwa Asma' binti Abu Bakar ra. juga termasuk golongan wanita-wanita pemberani. Dia selalu menyimpan sebuah belati di bawah bantalnya untuk melawan para pencuri yang merajalela di Madinah. Keberanian Asma' bukan sekedar itu, bahkan ia berani berkata hak di hadapan seorang penguasa walaupun terasa pahit. la pernah pergi menemui Hajjai dalam keadaan buta. Dia bertanya, 'Di mana Hajjaj?' Mereka menjawab, 'la tidak di sini.' Dia berkata, 'Katakaniah kepadanya bahwa aku mendengar Rasulullah SAW berkata, 'Ada dua orang laki-laki di Thaif: Yang seorang adalah pendusta dan yang seorang lagi adalah perusak.' Yang dimaksud perusak adalah Hajjaj itu sendiri. Ketika pesan itu disampaikan kepada Hajjaj, Hajjaj berbalik mengunjungi Asma' binti Abu Bakar ra. dan berkata kepadanya, 'Putramu telah menumpang di rumah ini dan Allah telah membuatnya merasakan siksaan yang pedih yang telah dilakukan atasnya.' Asma' menjawab, 'Engkau berdusta. Dia berbakti kepada kedua orang tuanya, berpuasa dan shalat, tetapi demi Allah, Rasulullah SAW memberitahu kami bahwa seorang pendusta akan muncul dari Tsaqif, yang satu lebih buruk dari yang pertama, yaitu ia seorang perusak.' Asma' binti Abu Bakar ra. mewasiatkan sebelum wafatnya, 'Jika aku meninggal dunia, mandikaniah aku dan kafanilah, serta berilah wewangian, tetapi jangan tinggalkan parfum di kain kafanku dan jangan mengikutiku dengan api.' Asma' binti Abu Bakar ra. meninggal dunia beberapa malam setelah putranya Abdullah bin Zubair diturunkan dari salib. Abdullah bin Zubair telah terbunuh pada hari Selasa, 17 jumadil-Ula tahun 73 Hijrah.

jazakillah

Wassalamu'alaikum wr.wb


Teruskan membaca...

Asti Widayanti: ITSAR... Disana... Cita, Cinta dan Cerita Kita berawal...

1

Posted by media itsar | Posted in

ITSAR...
Disana... Cita, Cinta dan Cerita Kita berawal...

Disana, ada Cita dan tujuan
Yang membuat kita senantiasa menatap kedepan
Melangkah dengan langkah-langkah yang tak terkalahkan
Meski tertatih mengumpulkan keping-keping masa depan

Disana, ada cerita dan kenangan
Yang membuat kita senantiasa berjuang
Merangkai kembali kata-kata yang telah terurai
Melanjutkan kembali perjuangan Kakak-kakak kita yang belum selesai

Disana, ada Cinta dan Harapan
Yang membuat kita senantiasa bertahan
Melewati semua asa dan lara
Menatap dunia dengan tawa dan Air mata

Karena itu...
Jangan biarkan kau kalah kawan
Teruslah melangkah sampai kau lelah sampai kau payah
Teruslah berjuang sampai kau gapai sampai kau genggam
Teruslah bertahan sampai kau saksikan bahwa mimpimu telah menjadi kenyataan

Karena itu...
Jangan biarkan aku kalah kawan
Untuk tetap melangkah, berjuang dan bertahan
Bersama-sama lelah mencapai cita kita
Bersama-sama berjuang mengenggam mimpi kita
Bersama-sama bertahan menyaksikan semua menjadi kenyataan

ITSAR disana Cita, Cerita dan Cinta kita berawal...

Karena Allah adalah satu-satunya sumber kekuatan kita
Karena Kita tau janji-NYA adalah keniscayaan

...

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati-hati kami ini telah berpadu dalam mencintai-Mu,
saling terpaut dalam mentaati-Mu,
menyatu dalam menjalankan da’wah-Mu,
dan saling berjanji dalam membela syari’at-Mu.
Maka, ya Allah, pereratlah tali ikatannya,
langgengkanlah rasa cintanya, tunjukilah jalan-jalannya,
penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tak pernah pudar,
lapangkanlah dada-dadanya dengan curahan Iman kepada-Mu
dan dengan ketawakalan yang penuh kepada-Mu,
hidupkanlah ia dengan ma’rifat kepada dzat-Mu,
dan matikanlah ia sebagai syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung
dan penolong.”“Amien”


Teruskan membaca...

Maya Damayanti: Perbuatlah Amal Kebaikan untuk Akhiratmu

1

Posted by media itsar | Posted in

assalamu'alaikum wr wb

___________________________________________________________________________________

Allah mengetahui hal-hal yang tersembunyi dari memahami perasaan-perasaan batin. Dia meliputii segala sesuatu. Dia menaklukan segala sesuatu dan menguasai segala sesuatu. Hendaklah setiap orang diantara kamu sekalian mengerjakan apa yang seharusnya dilakukannya : selama hari-hari kehiupannya sebelum datangnya kematian, semasa hari luangnya sebelum hari sibuknya, selagi masih bisa bernafas sebelum terburu oleh sesaknya nafas ajal. Hendaklah dia menyediakan bekal bagi dirinya dan untuk perjalanannya, dan mengumpulkan bekal dari tempat persinggahan untuk tempat kediamannya.

Ingatlah akan Allah wahai manusia ! Tentang apa yang telah Dia minta kepadamu dalam kitab-Nya untuk diperhatikan, dari tentang hak-hak-Nya yang telah Dia amanatkan. Sesungguhnya, Allah yang Mahasuci tidaklah meniptakan kamu sia-sia dan tidak meninggalakan kamu tanpa kendali, dan tidak pula meninggalkan kamu dalam kebodohan dan kegelapan. Dia telah menjelaskan apa yang harus kamu tinggalkan, mengajarkan kepadamu tentang amal perbuatanmu, menetapakan ajalmu. Menurunkan Al-Qur'an kepadamu yang menerangkan segala sesuatu dan membuat Nabi-Nya hidup di kalanganmu selama kurun waktu yang panjan sampai Dia menyelesaikan baginya dan bagimu pesan yang dikirim melalui Al-Qur'an, yaitu agama yang di ridhai-Nya. Juga menjelaskan melalui beliau perbuatan baik dan buruknya, larangan-larangan dan perintah-Nya.

Dia telah menyampaikan argumen-argumen dan alasan-alasan kepadamu. Dia mengajukan kepadamu janji-janji-Nya dan memperingatkanmu akan hukuman yang keras. Maka dari itu, kamu hendaklah memperbaiki diri selama sisa hari-harimu dan berlaku sabarlah pada hari-hari ini. Sesungguhnya hari-hari ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan banyak hari dimana kamu telah menunjukan kelalaian dan ketidak pedulian terhadap peringatan. Jangan biarkan waktu menguasai dirimu karena ia akan menempatkanmu di jalan orang-orang zalim. Dan, janganlah kamu ambil muka untuk hidup seenaknya karena ini akan mendorongmmu berbuat dosa.

Wahai hamba Allah ! Penasihat yang baik bagi dirinya sendiri adalah orang yang paling taat kepada Allah. Seorang penipu yang ulung adalah yang mapu menipu dirinya, paling suka berbuat dosa kepadda Tuhannya. Teperdayalah orang yang menipu dirinya sendiri dan diberkahilah orang-orang yang keimananya selamat.

Berbahagialah orang yang mengambil pelajaran dari orang lain dan celakalah orang yang menuruti hawa nafsunya. Hendaklah kalian ketahui bahwa riya adalah syirik yang paling ringan dan berteman dengan orang yang mengkuti hawa nafsunya adlah kunci menuju kepada kelalaian dan kelupaan akan agama dan sebagai tempat kedudukan setan.

Jauhilah kebohongan karena kebohongan berseberangan dengan keimanan. Orang yang jujur berada dalam kemuliaan penyelamatan dan penghormatan, sedang sang pembohong berada ditepi kehinaan.

Maka, janganlah saling mendengki karena dengki akan melenyapkan iman sebagaimana api memakan kayu bakar. Janganlah saling membenci karena itu akan menghilangkan segala berkah. Ketahuilah bahwa angan-angan melalaikan akal dan melupakan untuk menyebut nama Allah. Hendaklah kamu sekalian meminimalisasi angan-angan, karena itu merupakan tipuan. Dan, orang yang dikendalikan oleh angan-angan nafsunya, mereka berada dalam tipuan.

jazakillah
Wassalamu'alaikum


Teruskan membaca...

Nisa Al-Banna: Sa'ad Bin Abi Waqqash

0

Posted by media itsar | Posted in

Nama lengkapnya adalah Sa’ad bin Abi Waqqash bin Uhaib Az-Zuhri dengan julukan “Abu Ishaq”, Ia adalah salah seorang diantara sepuluh orang sahabat yang mendapat kabar gembira bakal masuk surga, dan orang yang pertama dalam melontarkan panah dalam perang Sabillillah,

ia orang yang ke empat lebih dulu masuk Islam melalui tangan Abu Bakar ketika umurnya 17 tahun.

Sa’ad bin Abi Waqqash mengikuti banyak peperangan bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, dalam peperangan itu ia bergabung dalam pasukan berkuda.

Ia berasal dari bani Zuhrah seasal dengan ibu Nabi (Aminah).

Khilafah Umar bin Khaththab mengangkatnya menjadi komandan pasukan yang dikirimkan untuk memerangi orang Persia dan berhasil mengalahkannya pada tahun 15 H di Qadisiyah. Setahun setelahnya 16 H di Julailak ia menaklukan Madain dan Bani al-Kuffa pada tahun 17 H.

dia adalah orang yang doa nya selalu di ijabah oleh Allah,

dan beliau unggul dalam memanah, panahannya selau kena sasaran

pokoknya hebat lah.

Sa’ad bin Abi Waqqash adalah penguasa Irak dimasa pemerintahan Umar bin Khaththab yang berlanjut pada masa pemerintahan Utsman bi Affan.

Ia adalah seorang diantara enam sahabat orang yang dicalonkan menjadi Khalifah, sejak bencana besar atas terbunuhnya Utsman.

Sa’ad bin Abi Waqqash meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar dan Khaulah binti Hakim.

Yang meriwayatkan hadits darinya adalah Mujahid, Alqamah bin Qais as sa’ib bin Yazid, Sanad paling shahih berpangkal darinya adalah yang diriwayatkan oleh Ali bin Husain bin Ali, dari Sa’id bin al-Musayyab, darinya (Sa’ad bin Abi Waqqash).

Ia wafat pada tahu 55 H di Aqiq.

Selamat jalan Sa'ad Bin Abi Waqqosh, sang pejuang Islam melawan Persi..
selamat jalan.


Teruskan membaca...

Fahreza Algifari: Misteri Kabah yang menggegerkan NASA (copas nih..)

0

Posted by media itsar | Posted in

hehehe, kebetulan ketemu artikel nih pas lagi nyari pertanyaan buat geografi.. semoga bermanpaat~ ------------------------------------------------------------------------ -------------------------------------

Misteri Kabah yang menggegerkan NASA


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.


Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”


Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.


Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.


Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.


Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.


Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.


Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :


“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Subhanallah...

salah satu keajaiban yang di tunjukkan Allah kepada umat manusia..



Teruskan membaca...

Yahdi Siradj: Infokus... Sebuah langkah awal dari ITSAR KAYA menuju ITSAR JAYA

0

Posted by media itsar | Posted in

Dari dulu saya dan teh asti memang sepikiran : "Kita butuh infokus. ITSAR kalo bisa punya Infokus sendiri". Entah sejak kapan tepatnya pikiran itu muncul tapi yang pasti ide itu ada ketika ITSAR lagi gak punya apa-apa. Nyari duit susah, mau kegiatan danusnya setengah mati.


Yang jadi beban adalah setiap SMP 2 mau make infokus selalu nyewa sejamnya 20ribu. Buat organisasi remaja mesjid kayak KRM, uang segitu tuh sayang banget melayang dalam waktu sejam hanya demi menyewa infokus. Kalau dipake makan sih gak papa :D, tapi kalau dipake infokus.. oh.. gak rela rasanya. SMP 2 hampir tiap minggu make infokus. Terutama buat kegiatan Squad Shoiqoh dimana materinya musti kudu harus menggunakan infokus. Karena yang ikut cukup banyak, dan yang dijelasin tuh mengenai internet. Bisa mati kutu belajar internet tanpa infokus. Kutunya mati karena saya stress gak bisa ngajar dan garuk-garuk kepala terus.

Akhirnya terpancang niat dalam hati bahwa suatu saat ITSAR harus punya infokus. Biar saya lebih leluasa mengajar internet. Biar gak usah bayar-bayar lagi. Biar gratisss sekalian dan bisa make sepuasnya. Mau dipake nonton pas acara mabit gak masalah.. mau dipake training juga gak masalah. Pokoknya ITSAR harus mandiri dalam hal penggunaan Infokus. Lagian acara ITSAR itu sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit eh salah, maksudnya sedikit sedikit ada- sebentar sebentar ada. Sekarang ada kegiatan, besoknya udah ada rapat lagi merencanakan kegiatan yang lainnya. Jadi yang namanya Infokus itu sudah menjadi kebutuhan primer dan gak bisa ditunda-tunda lagi. Teman-teman yang lain juga sudah ada yang bermimpi suatu saat ITSAR buat semacam lembaga pelatihan. Gimana mau terwujud mimpinya, kalau infokus saja belum punya??

Kita percaya sama yang namanya PUISI LANGKAH. Puisi inilah yang menginspirasi saya dan kawan-kawa untuk senantiasa beramal di ITSAR ini. Berikut puisinya:

LANGKAH

Langkah keseratus akan tercapai
Setelah langkah pertama, kedua dan ketiga

Derap langkah itu tengah kita ayunkan bersama
Disini, di tempat yang penuh makna dan arti

Dalam menuju langkah-langkah selanjutnya..
Pernahkah kita SURUT karena TAKUT??
PATUTKAH kita MENYERAH karena LELAH ??!!

REGUK SEMUA YANG ADA !!
TANAMKAN PADA JIWAMU !!
LATIH DIRI, TEMPA DIRI !!!

hari ini harus lebih baik dari hari kemarin !!
Dan esok harus lebih baik dari sekarang !!!

Dan...
Langkah keseratus,
BUKANLAH LANGKAH TERAKHIR !!!

(JJ, dalam buku kaderisasi ITSAR)

Semuanya diraih dari langkah yang sederhana. Kita wajib bermimpi besar, tapi kita lebih wajib memulainya dengan langkah-langkah yang sederhana. Tak perlu tergesa-gesa membuat lompatan besar. Cepat atau lambat tujuan itu kan kita raih jua. Hanya semangat juanglah yang menentukan apakah kita mencapai mimpi-mimpi kita atau menyerah di tengah jalan.

Begitupun filosofinya dengan pembelian Infokus ini. Kita punya mimpi membuat Lembaga Training ITSAR, maka mari kita wujudkan dengan membeli infokus dulu. Habis itu kita bikin modul-modul pelatihan, setelah itu kita beli whiteboard dan spidol sampai akhirnya kita memiliki Gedung 5 lantai seluas 2 hektar dengan 8 pintu gerbang utama, 11 Lift dan 13 Eskalator.

Ternyata tekad itu tidak sia-sia. Di tengah jalan ITSAR menemukan peluang untuk mencari dana. ITSAR belajar danus sendiri! Kita jualan CD Ebook, kita sebar brosur NF, kita jualan kue, kita kumpulkan koran bekas, dan kita bikin kupon akhirat. Tabungan ITSAR sampai juga ke 7 digit. Upaya danus pun berkembang. Bermunculanlah kader-kader bermata hijau yang selalu berfikir bagaimana mencari uang demi dakwah. Sebenarnya yang bermata hijau bukan kader-kader, tapi "kader" saja cukup. Yaitu saya :) walaupun alhamdulillah di kemudian hari saya dibantu oleh partner saya Nida, Rahmi dan Ria. Semoga akan bertambah kader-kader lainnya yang mau ikut berdanus bersama TIM Danus ITSAR (punten ah, promosi).

Sebuah pengumuman, bahwa ITSAR harus dan bisa kaya dikumandangkan lewat pembelian Infokus pertama kali. Surveynya dilakukan sepenuh hati. Sewaktu ke BEC saya kukurilingan ke semua toko Infokus. Saya masuki tokonya satu persatu. Berjihad mencari produk yang yahud tapi bukan buatan yahudi kalau bisa. Mencari produk yang Murah, tapi kualitasnya gak yang Murahan. Mencari Infokus yang ciamik persis mirip dengan orang yang sedang mencarinya itu. Akhirnya dari hasil survey lewat internet dan berkunjung langsung ke titik lokasi, saya putuskan untuk membeli Infokus Benq Tipe 5000. Kualitas SVGA, lumens 2500, harga pangmurahna, di internet didaulat sebagai produk best seller. Dari aroma namanya juga gak kecium bau-bau zionis walaupun memang mesinnya sedikit amis. Mungkin sewaktu shipping dari taiwan ke sini kapalnya sempet dipake ngangkut ikan hasil tangkapan nelayan huehuehue...

Sejak saat itulah saya optimis, bahwa ITSAR suatu saat bisa KAYA! Punya uang dan Baitul Maal sendiri. Bisa bikin Lembaga Zakat ITSAR sendiri yang dipegang Kang Yedi, Bisa punya Bank sendiri yang nanti dimanajeri oleh Bayu dan Fachri. Punya Apotik sendiri yang dipegang sama Rini, Ria dan Teh Mia. Punya Bengkel dan pabrik kendaraan perang milik Nina Konitat, Punya Kebun Binatang yang digawangi oleh tejo, Camar dan Ririn. Punya Gedung Universitas sendiri yang dibangun lewat tangan emas Birza dan Anti Banjir lewat sistem pengairannya Aina yang canggih karena dipadu dengan program yang super elit, dan juga disupport oleh panel solar sel buatan Yusal. Sementara dosennya ada teh onye , teh nana, dan Teh devi. ITSAR juga punya rumah sakit sendiri yang dibentuk oleh Dokter-dokter terbaik umat yaitu Kian, Putri, Azsya, Teh Ari, Tanri, Rahmi , Prili, Risma dan kepala perawatnya Anis. ITSAR juga punya Pameran dan rumah seni yang diwujudkan oleh Hasri nantinya. Tidak hanya itu sudah siap sedia juga para teknokrat-teknokrat ulung yang menciptakan terobosan teknologi terbaru dari tangan terampil Aldi, Anta, JJ, Iqbal, Akrim, Dzikra, Andry, Adhi, Geva, Amhar, Taufan, Ramadhan, Nurlina, dan Agung. Untuk pertumbuhan kader? jangan takut... kan sudah ada teh Asti yang megang Biro pusat statistk ITSAR... pokoknya masalah angka-angkaan Teteh kita yang satu ini jagoannya. Pada akhirnya segala keuangan ITSAR, perputaran uang milyaran rupiah akan dihandle oleh Kang Iman businessman kita. Ketika visi ITSAR Kaya, Karya dan K'Arya terus menerus diwujudkan lewat amal-amal ITSAR, para kader-kader muda akan terus beramal hingga terwujud satu visi terbaru yang dicapai oleh kader - kader baru, generasi baru di masa yang akan datang. Visi itu adalah ITSAR JAYA....

Inilah tulisan rada maksa saya yang menyambungkan Infokus dengan ITSAR Jaya.... JAYA itu kepanjangan dari JAY-A alias JAY-Ayu huehuehue... piss jay... semoga terbentuk keluarga sakinah mawadah warahmah amin..

(Tulisan ini adalah cuplikan dari buku MEMOAR ITSAR 2009 yang diedit oleh Rini Inggriani. Masih ada tulisan-tulisan lainnya yang sengaja disimpan untuk nanti dinikmati dalam sebuah buku. Setelah Terbit buruan beli ya..! jangan beli yang bajakan!)


Teruskan membaca...

Fathimatuz Zahro: Pengalamanku yang tak kan pernah terlupakan..

0

Posted by media itsar | Posted in

Inilah pengalamanku (dan teman-teman) yang paling menyenangkan, mengesankan, tak terlupakan dan selalu terkenang (dan teringat) juga selalu ingin diceritakan.

Waktu itu aku kelas 7 semester 2 di es em pe lima..

Hari sabtu tanggal …. (berapa ya? Hmm lupa, maklum otak kiri – short memory) taun 2008

Hari ini ada mabit, kami kelas 7 dan 8 umum jadi peserta. Aku datang setelah asar, di perjalanan aku bertemu seorang ikhwan naik motor diantar mungkin bapaknya kayaknya sih mau mabit juga.. eh aku pake baju apa ya? (eh pertanyaan ga penting itu!)

Nyampe di es-em-pe lima. Taptaptaptap. Langsung menuju ke tempat utama, masjid Riyadlul Jannah. Taptaptap. Agak grogi juga, baru pertama ikut acara disini. Siinggg - -“ seepii juga ya, Cuma ada beberapa anak di sekitar kantin, mungkin abis ekskul. Nyampe di atas masjid Cuma ada teh anis ama tas-tas yang tergeletak tak bernyawa (ya iyalah, masa tas bernyawa). Yang lain mana ya? Kok Cuma ada tasnya aja? Siiingg. Teh anisnya lagi asyik tilawah ga enak ngeganggu, akhirnya cuma salam dan nanya yang lainnya kemana, tapi berhubung suara teh anis kecil jadi tak terdengar. Cuma ngangguk-ngagguk aja.

Tiba-tiba suara handphone berbunyi. Kriiinggkriingg (yang pasti suaranya ga gitu). Ooh okti! Dia baru dating, aku disuruh ke bawah dan ketemu sama dia. Oh ya okti make baju garis-garis merah putih.dia bawa sleeping bag. ____________________ (lewat ceritanya)

(Udah di masjid lagi) akhirnya dataang teman-teman yang lain. Ulfaa datang! Dia memakai baju putih ples rok merah muda (masih inget~). Beberapa saat kemudian kelas 8 akhwat dataaang~ ternyata mereka tilawah bareng ikhwan di bawah. Setelah itu PEMBUKAAN. Kami turun ke bawah (dimana-dimana turun itu kebawah, masa turun ke atas? - -“). Taptaptap.

MC nya siapa ya? Pokoknya ada sambutan kang JJ dan pak kudus. Setelah itu tasmi Al-Qur’an oleh kak Rayhan—surat Al- Qalam (yang paling keinget waktu itu adalah ayat pertama—“nuun”). Setelah agak cukup lama pembukaan akhirnya kami 7 dan 8 umum disuruh ke atas sedangkan yang kelas 8 panitia ke 7 F (mungkin mau rapat). Setelah itu kami siap-siap untuk sholat maghrib. Imamnya kalau ga salah kang JJ (insya Allah bener). Kang JJ membacakan beberapa surat pada saat itu, nikmat sekalii~.

Setelah sholat maghrib kami maakaaan~ serbu nasinya! Lauknya juga! Sayurnya engga! Waktu itu bekel apa ya? Fula bawa rending, tapi nasinya kebanyakan jadi Cuma dimakan sedikit. Ada beberapa temen yang ga bawa dan akhirnya di beliin nasi. Kami makan bareng-bareng, comot-comot makanan orang lain, ngasih ini ngasih itu, semuaanya bareng-bareng. Nikmat. Sedaap~ (gaya upin ipin).

Oooh iyaa, lupa memperkenalkan peserta akhwat! Ada saya, ulfa, okti (ketiganya dari 7F), ufah, pidit (keduanya dari 7E), ajeng (7I) teh nadya dan teh ana (kelas 8)

Setelah sholat isya kami maaiin~ pertama kami main kejar-kejaran. Pada saat itu aku belum telalu kenal sama ulfah dan pidit tapi karena ulfah memang orangnya supel jadi kita mudah berbaur. Pertama kami diajak teteh-teteh ke depan ruang piket, yang masih inget pas waktu itu Cuma teh nida. Di depan ruang piket, aku pandangi TK (Taman Kartini) dan sekelilingnya. Ga ada apa-apa tuh, Cuma kalau dipandangi terus serem juga yang kelas-kelas di belakang perpus sana. Habisnya katanya yang ada prajurit belanda tanpa kepala kalau maghrib2 di sini. Mitos-mitos ga jelas gitu lah.. >,<

Disana kami main sarung-sarungan. Hehehe keingetan terus pas bagian fula, karna pake rok jadi agak suseh dia hahaha xD terus main games kepercayaan ,ada kertas dan suara, nanti yang main harus tutup mata terus ngelewatin kertas tanpa nginjek, pemandunya adalah suara yang beribet banyak. Kebetulan pada saat itu aku jadi sang pemain heheheh..
(---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- cerita nya selesai aja, bisi panjang pisan)

Setelah permainan yang super duper memuaskan~ materii dimulai!
Segala adab-adab dibahas. Tuntas! Pada saat itu aku mengenal the pipenk dan the pipenk bercerita tentang adiknya, dan ternyata adiknya adaalh temanku pas GO kelas 6 ckcckck dunia memang sempit!
Tuing tuing~ mata merah. Ngantuk! Ga kuat~~ aaahhh, lalalalala~
Akhirnya jam 10 kami diperbolehkan tidur..

Ketika tidur..

Terjadi suatu tragedi, teman-teman. Semua terbangun kecuali yang kelas 8 (panitia ga tau dimana)Hmm, okti mengaku melihat ikhwan masuk ke kelas ini. Karena lampu yang pes pareum, kami tak terlalu yakin, “mungkin kamu salah liat,ti” tapi okti tetap ngotot. Akhirnya kami semua tak bisa tidur, gigi gemelatukan, kaki pun gemelatukan. Tuktukbrrbrr.

Karena keadaan yang mengenaskan ini, kami serempak pergi ke tempat teteh-teteh alumni di masjid, yang kelas 8 pun ikut terbangun karna mendengar kegaduhan kami. Di atas ternyata sedang Qiyamul Lail 3 Juz, dengar-dengar yang jadi imam kang JJ tapi kadang diganti kak Rayhan.

Teteh alumni yang bingung melihat kami akhirnya menggotong ke arah depan piket, semua peserta dikumpulkan disana. Kaki dan gigi kembali gemelatukan. Ada apa ini? Seluruh HP disita alumni. Dibagi 4 atau 5 kelompok gitu. Aku bersama fula lagi. Ikhwan di kelompok kami lumayan banyak.

Pertama, kelompok kami pergi ke pos di 9 H atau G gitu, disana ada teh pipenk dan teh mila. Kami disuruh menulis berapa banyak hafalan kami lalu disana juga kami diberi waktu beberapa menit untuk menghafal surat Al-Jumu’ah.

Selesai di pos 1, kami melancong ke pos 2 di kelas 8, dimana disana kami menonton film Fitna. Ada kang Ridho dan satu lagi lupa. Benar-benar mengundang air mata untuk keluar, tanpa kita (ulfa dan saya) sadari dan tak ada rasa malu sama sekali waktu itu (entahlah mengapa). Kami pun menangis. Selesai menonton dan melanjutkan ke pos selanjutnya pun kami tetap tersedu-sedu. Untungnya saat itu gelap, jadi tak terlihat orang.

Di pos 3 ini, kelas benar-benar gelap! Ada penjaganya, serem awalnya. Ternyata itu kang Birza. Pas masuk.. jengjengjengjeng.. di bawah lantai ada sehelai kain putih aga besar, dikirain the mau nonton, tapi kok nonton di bawah gitu ya?. Orang-orang di dalam situ menyuruh kami berbaring di atas kain tsb lalu atasnya di tutup lagi. Tak disangka-sangka ternyata ‘muhasabah kematian’. Subhanallah! Bener-bener seperti cerita ibu. Saat itu keadaan benar-benar menakutkan, rasanya seprti benar-benar meninggal. “bagaimana ya jika pada saat ini juga malaikat izrail mencabut nyawaku?”,pikirku saat itu. Tak bisa dielakkan lagi, kami semua pun menangis. Bagaimana tidak? Disana kita benar-benar teringat dosa-dosa kita, disana kita benar-benar takut. Takut. Kenapa baru saat itu kami merasa takut?

Setelah pos 3 yang membuat kami meraung-raung, kami ke pos 4 dimana ada teh Ve dan teh Nida. Disana kami harus mengatakan hal apa saja yang akan kami lakukan setelah mabit ini.

(__________________________________________________________ lewat)

Setelah pos-pos an yang menegangkan tsb, kami Qiyamul Lail 1 juz. Imamnya kang Birza. Kasihan, mungkin imamnya pun lelah fisikny karna belum tidur tapi tak terlihat sedikitpun semangatnya lelah. Kalau aku sih, sholatnya juga sambil ngangguk-ngangguk (ngantuk), mata merem melek. Wah parah lah pokoknya! Temen-temen, jangan niru ya..

Setelah Qiyamul Lail, kami sholat shubuh (imamnya sama kang Yusal kalo ga salah) dan membaca al-ma’tsurat. Kasihan teman kami ada yang tertidur pulas tapi aku sama fula malah terkekeh-kekeh ngeliatnya.

Setelah itu kami maiiin lagi!

Setelah itu pembagian souvenir. Wooo~ pinnya lucu, ingin 2 tapi ga boleh. Jadi Cuma 1 yang BIRUUU!

Stelah penutupan kami melancong PULANGG~

^_______________________________________________________________________^

Ya, inilah mabit pertamaku di rohani (kelas 7 sem 2 taun 2008)
Mabit inilah acara yang paling teringat sampai saat ini.
Mabit inilah yang selalu terucapkan namanya ketika suasana es em pe lima seperti malam ketika mabit.

Eh, teman-teman masih ingat ga? mabit ini..

Yang dikira ikhwan itu kan padahal teh Ria hahaha. Ini aacara pertamaku bersama kalian. Sangat
terkesan! Apa kalian juga terkesan?

Oh iya okti ga ikut muhasabah ya gara-gara asma, syafakillah. Padahal asyik.
Oh iya fa, kapan-kapan bawa cadangan celana lagi yaa..
Ajeng, kita ga pernah ketemu lagi yaa. Kangen juga~

Sebenarnya aku rindu mabit ini. Apakah akan ada mabit seperti ini lagi?
Kapan ya teman? Kita bisa berkumpul seperti mabit seprti ini lagi..


Teruskan membaca...