Nisa Al-Banna: Menangis karena Allah

Posted by media itsar | Posted in


Assalamu'alaikum...
huaaaaaa alhamdulillah Ya Allah bisa nulis note lagi.. udah satu bulan lebih gak nulis note, galau pisan lah karena sekolah yang zzzzz tugasnya mantap -_-"

hmmm... sering banget ngeliat orang nangis karena hal sepele. contoh: nangis karena laper(lho?) leby kali nagis karena laper mah. hehe. gak deh, contohnya gini nih, nangis karena gak dikasih uang jajan lebih. apakah seusia SMP atau SMA wajar seperti itu?
kayaknya enggak-_-

saya pernah denger sebuah cerita nih, menarik lho, simak ya :-)


ada seorang pengrajin kain, dia berpenghasilan berkecukupan, tapi dia sangat rajin dan tekun dalam bekerja. nah pada suatu hari, dia ingin mendapatkan hasil kain yang maksimal dari usahanya selama ini. akhirnya, selama berminggu minggu, dia usaha keras untuk membuat kain dan motif yang terbaik untuk ia jual. setelah beminggu minggu lamanya, akhirnya kain nya pun selesai, dan dia siap untuk memasarkannya.

dengan semangat dia berjalan kesana kemari, menawarkan ke banyak orang, tetapi ketika hari sudah mulai larut, tak ada satupun orang yang mau membeli kainnya dengan harga yang dia inginkan.
akhirnya, karena tidak laku laku, dia pasrah terhadap orang yang mau membeli kainnya dngan harga berapapun. yang penting kain ini laku terjual. dan ketika dia menghampiri bapak bapak hendak menawarkan kainnya, si bapak bapak tadi menawar dengan harga yang sangat rendah

dan si pengrajin langsung setuju saja, dengan raut wajah seperti yang tidak rela. akhirnya, kain itu pun terjual, lalu si pengrajin lari sambil menagis, meninggalkan si bapak bapak tadi.
si bapak bapak tadi heran, mengapa pengrajin itu lari sambil menangis?
apakah dia terlalu murah menawar kainnya atau bagaimana?

akhirnya, si bapak bapak tadi mengejar pengrajin itu untuk meminta penjelasan mengapa dia menangis.
dan pengrajin itu berbicara:
"saya takut, Allah tidak menerima atau menilai rendah ibadah yang saya laksanakan selama ini. seperti rendahnya harga kain yang tadi bapak tawar. padahal itu adalah usaha terbaik saya. aku menangis karena Mu Ya Rabb, aku memohon ampunan kepadaMu Ya Rabb..."

nah, kita bisa mengambil hikmah dari cerita si pengrajin tadi. apakah usaha kita hanya  puas  cukup sampai disini? atau merasa haus pahala?
dan apakah kau tak bisa menangis karena Allah? sementara kau bisa menangis karena duniawi?
astagfirullah.. kami meminta ampun padaMu Ya Rabb...

hmm.. cukup sekian, semoga bisa dijadikan eval untuk diri kita masing masing. ambillah kepingan hkmah yang ada. karena hikmah itu adalah kepingan  teladan yang harus dimiliki oleh setiap muslim..
:-)
wassalamu'alaikum...

Anda juga mungkin suka tulisan ini



Widget by Hoctro | Jack Book

Comments (0)

Posting Komentar

Berikan komentar anda disini JIKA Facebook Comment System tidak bekerja sebagaimana mestinya. Pada pilihan [Beri komentar sebagai] Pilih "Name/Url" jika ingin berkomentar dengan mencantumkan nama anda.